Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Inspiring You»Penderita GERD Puasa atau Tidak? Ini Saran dari Dokter
    Inspiring You

    Penderita GERD Puasa atau Tidak? Ini Saran dari Dokter

    Fitriana HermanBy Fitriana Herman20 Maret 2024Updated:21 Maret 2024Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email


    Jakarta, Dexpert.co.id – Menjalankan ibadah puasa merupakan hal wajib bagi umat Muslim. Kendati demikian, hal ini bisa menjadi tantangan bagi penderita gangguan asam lambung sepertiĀ GERD.

    Sebetulnya, wajar saja jika pengidap GERD merasa cemas saat menjalani puasa, sebab mereka akan tidak makan dan minum selama sehari penuh. Itu artinya, tubuhnya tidak akan menerima asupan makanan atau minuman sama sekali, termasuk obat-obatan.

    Namun, sebagian besar juga menganggap bahwa GERD bisa disembuhkan berkat berpuasa. Seperti apa faktanya?


    ADVERTISEMENT


    SCROLL TO RESUME CONTENT

    Sejumlah penelitian menunjukkan bahwa puasa punya banyak manfaat kesehatan, termasuk memperbaiki sistem pencernaan. Dokter spesialis penyakit dalam konsultan Gastroenterohepatologi, dr. Aru Ariadno Sp.PD KGEH mengungkapkan bahwa puasa Ramadan dapat membantu proses penyembuhan GERD. Ini karena puasa melatih kita untuk menjaga pikiran, yang faktanya memiliki kaitan erat dengan penyakit gangguan asam lambung.

    “Sebagian besar penyebab gangguan asam adalah gangguan pikiran atau dispepsia fungsional. Tidak ditemukannya adanya kelainan organik,” kata dr. Aru kepada CNBC Indonesia, Senin (4/3/2024).

    “Jadi dengan berpuasa, kita melatih otak dan pikiran untuk menjadi lebih baik dan lebih bisa menahan diri sehingga biasanya sakit asam lambung akan berkurang bahkan sembuh,” imbuhnya.

    Dengan demikian, dr. Aru mengimbau umat Muslim yang memiliki riwayat penyakit GERD untuk tetap berpuasa. Namun, ia juga menyarankan untuk berkonsultasi dengan dokter sebelum menjalankan ibadah wajib bagi umat Islam ini.

    “Jadi usahakan berpuasa bagi penderita asam lambung dan bila perlu sebelum berpuasa berkonsultasi dengan dokter Anda agar bisa menjalani puasa dengan baik,” imbau dr. Aru.

    “Kecuali pada penderita asam lambung yang berat, seperti pada ulkus gaster yang kemungkinan tidak berpuasa, tetapi tetap sesuai dengan saran dokter,” lanjutnya.

    Panduan Sahur dan Berbuka Puasa Bagi Pengidap GERD

    Dalam kesempatan yang sama, dr. Aru juga menyarankan para penderita GERD untuk merencanakan jenis-jenis diet yang akan diterapkan selama bulan Ramadan, termasuk menghindari makanan atau minuman tertentu.

    “Tidak ada asupan khusus [yang dibutuhkan penderita GERD selama berpuasa], tetapi yang penting makan sahur yang cukup dan hindari kopi, terlalu pedas, ketan, dan tape saat sahur,” jelas dr. Aru.

    “Usahakan diet tinggi serat saat sahur. Saat berbuka hindari “balas dendam”. Cukup berbuka dengan yang manis (makanan atau minuman) dan jangan terlalu banyak. Hindari asam, terlalu pedas, soda, dan kopi,” imbuhnya.


    Artikel Selanjutnya


    Ahli Ungkap Cara Sembuhkan Asam Lambung & GERD Tanpa Obat

    (Linda Hasibuan/hsy)


    Ide Sukses Selalu Semangat
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Fitriana Herman

    Related Posts

    Jangan Sampai Hambat Anak Jadi Sukses, Orang Tua Haram Lakukan Ini

    25 Januari 2025

    Jangan Keliru! Nama Mobil Kijang Itu Singkatan, Ini Kepanjangannya

    25 Januari 2025

    6 Tempat Wisata Legend Ini Dulu Ramai, Kini Sepi Bak Kuburan

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.