Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Inspiring You»Orang Ini Berani Prank Soeharto & Bikin Heboh Indonesia!
    Inspiring You

    Orang Ini Berani Prank Soeharto & Bikin Heboh Indonesia!

    Fitriana HermanBy Fitriana Herman12 Desember 2023Updated:13 Desember 2023Tidak ada komentar3 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    Jakarta, CNBC Indonesia – Ini adalah salah satu kasus penipuan terbesar sepanjang sejarah Indonesia. Bahkan ulama, pejabat hingga presiden dibodohi oleh si penipu. Bagaimana kisahnya?

    Alkisah, pada dekade 1970-an, viral seorang perempuan yang mengaku mengandung janin ajaib. Perempuan itu bernama Cut Zahara Fona asal Aceh. Dia menyebut kalau janin yang di kandungnya bisa bicara dan mampu melafalkan ayat-ayat suci Al-Quran. Klaim ini kemudian dibenarkan oleh beberapa orang yang mendengar suara Al-Quran dari dalam perutnya.

    Kabar ini pertama kali diberitakan oleh harian Pos Kota pimpinan Harmoko yang kelak menjadi Menteri Penerangan Indonesia. Dan terus menerus diberitakan oleh media nasional itu. Akibatnya kabar ini menggemparkan Indonesia dan dunia internasional.


    ADVERTISEMENT


    SCROLL TO RESUME CONTENT

    Sejarawan Anhar Gonggong kepada Detik.com pada 2008 silam menyebut pendiri Majelis Ulama Indonesia (MUI) kala itu, Buya Hamka, percaya akan hal ini. Katanya, kalau Tuhan menghendaki maka apapun terjadi, begitu pula dengan janin Cut Zahara.

    Meluasnya kabar ini membuat pejabat tinggi sekelas Wakil Presiden Adam Malik dan Presiden Soeharto mempercayainya. Bahkan mereka mendatangkan langsung Cut Zahara ke Istana untuk mendengar langsung.

    Sebagaimana dipaparkan jurnalis Mochtar Lubis di kolom Indonesia Raya (5 Januari 1971), orang yang membawa Cut Zahara ke Istana Presiden adalah Brigjen Bardosono, Asisten Pribadi Soeharto. Dia memperlihatkan Cut Zahara kepadanya presiden sebanyak tiga kali.

    Selama itu pula, konon Soeharto mendengar langsung ayat-ayat suci tersebut. Begitu pula Adam Malik yang menempelkan kupingnya di perut Cut Zahara.

    Namun, kabar ini membuat Ikatan Dokter Indonesia (IDI) gerah. Harian Indonesia Raya edisi 2 November 1970 menyebut, IDI kala itu telah membantah kebenaran kabar tersebut dari segi medis. Alasannya jelas: tak mungkin janin yang masih di dalam kandungan bisa berbicara. Namun, pernyataan IDI itu kalah dengan besarnya arus media yang mempercayai kasus Cut Zahara.




    Foto: Cut Zahara Fona (Ist/Tangkapan Layar via Detikcom)
    Cut Zahara Fona (Ist/Tangkapan Layar via Detikcom)

    Cut Zahara pada akhirnya tetap bebas berkeliaran. Dia kesana kemari diundang berbagai pihak sembari menjual narasi kehebatan janinnya itu. Mantan Jaksa Agung Soegih Arta dalam Sanul Daca (1989) mengatakan kalau Cut sudah mengunjungi beberapa negara untuk memperlihatkan kemampuan bayinya tersebut. Berkatnya, dia dapat cuan besar.

    Hingga akhirnya, tipu muslihat Cut Zahara terbongkar juga. Ada yang menyebut pembongkaran dilakukan oleh Ibu Tien, istri Presiden Soeharto. Lalu, ada pula yang mengatakan pembongkaran dilakukan oleh Kapolda Kalimantan Selatan, Swasono Abdulhalim. 

    Terlepas siapa otak pembongkaran, yang pasti Cut Zahara terbukti berbohong. Rupanya, dia menempelkan tape recorder di perutnya, sehingga seakan-akan bisa keluar suara dari dalam perut. Maklum, tahun 1970-an, tape recorder masih asing di Indonesia. Masyarakat saat itu baru mengenal radio dan televisi saja.

    Terbongkarnya kasus ini membuat Presiden Soeharto dan masyarakat internasional kena prank. Harian Indonesia Raya edisi 2 November 1970 menyebut Cut Zahara langsung menghilangkan diri. Dicari pun tidak ketemu. Dia menghilang entah kemana sampai sekarang.

    Kasus penipuan ini sebetulnya masuk ranah kriminal, tetapi pihak berwajib tak mau mencarinya. Jurnalis Mochtar lubis menyebut ini adalah bukti kedangkalan masyarakat kita yang terlalu percaya takhayul disamping pemikiran rasional. Bahkan, sekelas pejabat dan para jenderal saja percaya takhayul omong kosong ini.

    Memang ini tidak menimbulkan kerugian besar secara ekonomi, tetapi jelas membawa kerugian bagi harkat martabat pemimpin negara yang percaya begitu saja hal-hal irasional. 


    Artikel Selanjutnya


    Modus Penipu Cinta Tinder Swindler Indonesia: Dolar Kripto!

    (mfa/mfa)


    Mind your business Never Give Up
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Fitriana Herman

    Related Posts

    Jangan Sampai Hambat Anak Jadi Sukses, Orang Tua Haram Lakukan Ini

    25 Januari 2025

    Jangan Keliru! Nama Mobil Kijang Itu Singkatan, Ini Kepanjangannya

    25 Januari 2025

    6 Tempat Wisata Legend Ini Dulu Ramai, Kini Sepi Bak Kuburan

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.