Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Inspiring You»Ogah Nganggur, Lulusan S2 China Pilih Kerja Mengurusi Jenazah
    Inspiring You

    Ogah Nganggur, Lulusan S2 China Pilih Kerja Mengurusi Jenazah

    Fitriana HermanBy Fitriana Herman17 Mei 2024Updated:17 Mei 2024Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email


    Jakarta, CNBC Indonesia – Di China dikabarkan sedang terjadi krisis pasar kerja. Banyak lulusan universitas ternama dari jenjang S1 hingga S2 yang memilih kerja di luar kompetensi dibanding menganggur. 

    Dalam pewartaan South China Morning Post (SCMP) (16/5/2024), baru-baru ini viral di China berita mengenai tingginya pelamar untuk bekerja sebagai kremator di pusat pemakaman di daerah Guangzhou, China Selatan.

    Sesuai namanya, pekerjaan tersebut mengharuskan seseorang melakukan kremasi jenazah di krematorium.  Biro Urusan Sipil Guangzhou selaku pemberi kerja menyebut posisi itu diharuskan diisi oleh orang yang punya pendidikan tinggi, SIM, dan izin tinggal permanen. Selain itu, pekerjaan tersebut mengharuskan mereka bekerja malam hari, serta menyentuh hingga menggerakkan jenazah. Gajinya pun tidak terlalu tinggi, tak seperti rumor yang menyebut hingga US$ 1.400 atau Rp22 juta. 


    ADVERTISEMENT


    SCROLL TO RESUME CONTENT

    Sekilas menyeramkan memang. Tapi, tak disangka posisi tersebut berhasil menarik perhatian banyak orang.

    “Lowongan hanya membuka untuk sedikit orang. Tapi, kami telah menerima banyak CV dari pelamar,” kata salah satu pejabat biro. 

    Sorotan utama dari sekian banyak pelamar kremator adalah tak sedikit dari mereka yang merupakan lulusan kampus bergengsi. Ada yang lulusan S2 filsafat dari Chinese University of Hong Kong. Ada pula lulusan arsitektur dan kimia dari salah satu universitas ternama di Guangzhou.

    Fakta ini kemudian membuka banyak mata bahwa situasi dunia kerja di China sedang tidak baik-baik saja. SCMP menyebut adanya lulusan S2 yang ingin kerja di krematorium menjadi bukti kurangnya lapangan pekerjaan. Dan ini menjadi masalah serius dan perdebatan publik.

    Sebab, berdasarkan data Biro Statistik Nasional yang dihimpun SCMP, diketahui tingkat pengangguran kelompok usia 16-24 tahun naik menjadi 15,3%. Sementara, di kelompok usia 25-29 tahun, juga naik menjadi 7,2%. Kemungkinan angka ini akan naik lagi mengingat 12 juta lulusan akan mencari kerja di musim panas tahun 2024. 

    Pada akhirnya, mereka memilih pekerjaan di luar kompetensi, dibanding menganggur. 

    “Membanjirnya lamaran untuk posisi krematorium telah menghidupkan kembali kekhawatiran mengenai pengangguran,” ungkap media tersebut. 



    Artikel Selanjutnya


    4 Industri Terbaik untuk Kerja di 2024 & Bocoran Gajinya

    (mfa/mfa)


    Ide Sukses Inspirasi Sukses
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Fitriana Herman

    Related Posts

    Jangan Sampai Hambat Anak Jadi Sukses, Orang Tua Haram Lakukan Ini

    25 Januari 2025

    Jangan Keliru! Nama Mobil Kijang Itu Singkatan, Ini Kepanjangannya

    25 Januari 2025

    6 Tempat Wisata Legend Ini Dulu Ramai, Kini Sepi Bak Kuburan

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.