Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Inspiring You»Nasi Panas vs Nasi Dingin, Mana yang Aman untuk Diabetes?
    Inspiring You

    Nasi Panas vs Nasi Dingin, Mana yang Aman untuk Diabetes?

    Fitriana HermanBy Fitriana Herman4 Desember 2023Updated:4 Desember 2023Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email


    Jakarta, Dexpert.co.id – Nasi adalah makanan pokok bagi masyarakat Asia Tenggara, termasuk Indonesia. Bahkan, sebagian besar orang Indonesia memegang prinsip “Belum kenyang kalau belum makan nasi” atau “Bukan makan kalau enggak ada nasi”.

    Sepiring nasi hangat dengan lauk pauk mampu menggugah selera siapapun yang melihatnya. Namun, tidak sedikit juga orang yang percaya bahwa nasi hangat atau panas berbahaya bagi penderita diabetes karena mampu meningkatkan kadar gula di dalam tubuh.

    Lantas, benarkah hal tersebut?


    ADVERTISEMENT


    SCROLL TO RESUME CONTENT

    Melansir dari Health, satu cup nasi putih mengandung lebih dari 200 kalori, 4 gram protein, 44 gram karbohidrat, dan kurang dari satu gram serat. Studi yang dipublikasikan Journal of Nutritional Science and Vitaminology pada 2016 menemukan bahwa nasi putih juga mengandung berbagai nutrisi, yakni magnesium, fosfor, mangan, selenium, zat besi, asam folat, thiamin, dan niacin.

    Menurut para peneliti dalam studi yang dipublikasikan Diabetes Care pada 2020, tingkat konsumsi nasi putih yang tinggi berkaitan erat dengan peningkatan risiko diabetes. Meskipun demikian, ternyata ada cara penyajian nasi putih yang lebih aman bagi kadar gula darah.

    Cara konsumsi nasi putih untuk penderita diabetes

    Penelitian yang dipublikasikan Asia Pacific Journal of Clinical Nutrition menemukan bahwa mengonsumsi nasi yang telah didinginkan selama 24 jam dan dipanaskan kembali dapat memberikan respons gula darah yang jauh lebih rendah daripada nasi panas yang baru dimasak.

    Para peneliti mengatakan, manfaat ini juga bisa diperoleh ketika Anda mendinginkan nasi di suhu ruang selama beberapa saat sebelum mengonsumsinya.

    Selain itu, sebuah studi yang dipublikasikan PubMed Central juga menemukan bahwa nasi dingin memiliki zat pati resisten yang tinggi sehingga lebih aman dikonsumsi oleh para pasien diabetes.

    Tidak hanya itu, kalori di dalam nasi dingin juga menurun 50 sampai 60 persen. Hal ini membuat nasi dingin lebih baik bagi orang yang ingin menurunkan berat badan.

    Dengan demikian, nasi dingin atau yang telah didiamkan di suhu ruang dinilai lebih aman dan sehat, terutama bagi penderita diabetes.



    Artikel Selanjutnya


    5 Gejala Diabetes yang Terlihat Saat Buang Air Kecil

    (hsy/hsy)


    Berani sukses Inspirasi Sukses
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Fitriana Herman

    Related Posts

    Jangan Sampai Hambat Anak Jadi Sukses, Orang Tua Haram Lakukan Ini

    25 Januari 2025

    Jangan Keliru! Nama Mobil Kijang Itu Singkatan, Ini Kepanjangannya

    25 Januari 2025

    6 Tempat Wisata Legend Ini Dulu Ramai, Kini Sepi Bak Kuburan

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.