Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Inspiring You»Minuman Manis Lebih Bahaya dari Rokok, Mitos atau Fakta?
    Inspiring You

    Minuman Manis Lebih Bahaya dari Rokok, Mitos atau Fakta?

    Fitriana HermanBy Fitriana Herman7 Agustus 2024Updated:7 Agustus 2024Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email




    Jakarta, Dexpert.co.id – Berbagai minuman manis kekinian mulai dari boba hingga kopi aren kini sangat menjamur dan punya banyak penggemar. Namun, banyak masyarakat abai bahwa minuman tersebut mengandung gula yang cukup tinggi sehingga berpotensi menimbulkan dampak negatif terhadap kesehatan.

    Tidak heran bahwa negeri tetangga Singapura telah melarang iklan minuman manis untuk tayang sebelum jam 9 malam.

    Ahli gizi Syarief Darmawan menyebut bahwa minuman kemasan tinggi gula memang sangat berbahaya. Dalam beberapa kasus, efeknya bisa lebih berbahaya dari rokok.

    “Minuman kemasan lebih berbahaya dibanding dengan rokok karena dalam minuman kemasan ada bahan tambahan makanan berupa pemanis buatan dan pewarna buatan,” ungkap Syarief kepada CNBC Indonesia beberapa waktu lalu.

    Kendati demikian, menurut Syarief, masyarakat sendiri bisa mencegah hal itu dengan mengikuti aturan dasar agar tidak mengkonsumsi gula berlebihan setiap hari.

    “Menurut Kementerian Kesehatan, anjurannya adalah 50 gram sehari atau 5 sendok teh sehari. Jika bisa lebih sedikit itu lebih baik,” paparnya.

    Menurutnya, 50 gram yang dikonsumsi biasanya sudah termasuk gula yang berbentuk makanan ringan (snack) atau makanan berat. “Jika berlebih dapat menyebabkan penyakit tidak menular seperti Diabetes Melitus, Hipertensi, dan lainnya,” ungkap Syarief.

    Terakhir, Syarief memberikan tips bagi masyarakat yang menyukai minuman manis agar tidak berlebihan dalam mengkonsumsinya. Mereka disarankan untuk perbanyak makan buah-buahan, meningkatkan olahraga, dan juga menghindari stres.

    “Hindari stres yang bisa menyebabkan kita sering ngemil. Jangan lupa mulai memperhatikan informasi zat gizi dalam makanan kemasan, dan terakhir hati-hati dengan gula tersembunyi dalam cemilan kita yang kita konsumsi,” tutupnya.

    (hsy/hsy)

    Saksikan video di bawah ini:

    Inovasi Unik Brand Perawatan Tubuh Berebut Pasar RI





    Next Article



    12 Tanda-Tanda Tubuh Overdosis Gula, Jangan Diabaikan!



    Inspirasi Sukses Selalu Semangat
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Fitriana Herman

    Related Posts

    Jangan Sampai Hambat Anak Jadi Sukses, Orang Tua Haram Lakukan Ini

    25 Januari 2025

    Jangan Keliru! Nama Mobil Kijang Itu Singkatan, Ini Kepanjangannya

    25 Januari 2025

    6 Tempat Wisata Legend Ini Dulu Ramai, Kini Sepi Bak Kuburan

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.