Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Inspiring You»Menkes BGS Beberkan Jurus Bendung Hepatitis di RI
    Inspiring You

    Menkes BGS Beberkan Jurus Bendung Hepatitis di RI

    Fitriana HermanBy Fitriana Herman30 Juli 2024Updated:30 Juli 2024Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email




    Jakarta, Dexpert.co.id – Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menyatakan bahwa ancaman hepatitis jangan dianggap remeh. Sebab Indonesia kini menempati urutan keempat untuk kejadian dan kematian akibat penyakit liver tersebut.

    Sayangnya, sebagian besar kasus hepatitis akut tidak disadari pengidapnya. Sebab gejala yang sulit untuk dikenali, sehingga tidak mencari pengobatan.

    Kementerian Kesehatan sendiri telah melakukan berbagai upaya mitigasi untuk mengantisipasi meluasnya penyakit Hepatitis di Indonesia.

    “Saat ini, Kementerian Kesehatan berkomitmen telah melakukan eliminasi hepatitis di Indonesia dengan mengadopsi strategi komprehensif, yakni meningkatkan akses deteksi dini hepatitis,” kata Budi saat dalam akun Youtube Kemenkes RI pada acara Peringatan Hari Hepatitis Sedunia ke-15, Selasa, 30 Juli 2024.

    Lebih lanjut, ia mengatakan bahwa Kementerian Kesehatan juga telah melakukan deteksi sekitar 820 ribu orang. Serta penguatan surveilans terutama bagi ibu hamil dan kelompok berisiko tinggi.

    “Kita sudah bisa deteksi sekitar 820 ribu orang by name, by address kita tahu dimana. Jadi kita bisa memberikan intervensi yang pas tidak hanya berdasarkan survei, hanya berdasarkan riskesdas yang dilakukan berapa tahun sekali tapi, benar-benar berdasarkan surveilans yang kita lakukan setiap hari,” tambahnya.

    Di samping upaya-upaya mitigasi yang dilakukan Kementerian Kesehatan, Budi menekankan pentingnya kesadaran dan tindakan preventif sebagai langkah utama dalam mengurangi penyebaran dan dampak fatal virus tersebut.

    Masyarakat perlu meningkatkan kewaspadaan dengan melakukan serangkaian pencegahan agar terhindar dari penyakit misterius tersebut.

    Tidak hanya itu, Budi menyampaikan bahwa Kementerian Kesehatan menyediakan pengobatan dan vaksin yang memadai khususnya bagi para bayi dan yang belum pernah di vaksin hepatitis B dan C sebelumnya.

    “Jadi langkah selanjutnya tadi selain data adalah imunisasi atau vaksinasi ini harus segera dimasifkan targetnya terutama adalah bayi-bayi. Kita berikan imunisasi tapi, juga yang belum pernah di imunisasi Hepatitis B dan C yah kita berikan imunisasi sesudah lewat masanya karena tetap ini yang sangat efektif,” papar Budi.

    (haa/haa)

    Saksikan video di bawah ini:

    Daya Beli Lesu, Bisnis Skincare Lokal Masih Menawan?





    Next Article



    Mental Health Jadi Prioritas Kemenkes, Sama Bahayanya seperti Kanker



    Berani sukses Smart your life
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Fitriana Herman

    Related Posts

    Jangan Sampai Hambat Anak Jadi Sukses, Orang Tua Haram Lakukan Ini

    25 Januari 2025

    Jangan Keliru! Nama Mobil Kijang Itu Singkatan, Ini Kepanjangannya

    25 Januari 2025

    6 Tempat Wisata Legend Ini Dulu Ramai, Kini Sepi Bak Kuburan

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.