Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Inspiring You»Mengenal Thudong, Ritual Jalan Kaki Ribuan Kilo Para Biksu
    Inspiring You

    Mengenal Thudong, Ritual Jalan Kaki Ribuan Kilo Para Biksu

    Fitriana HermanBy Fitriana Herman15 Mei 2023Updated:15 Mei 2023Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    Jakarta, Dexpert.co.id – Beberapa waktu lalu, viral sejumlah video yang menampilkan sekelompok biksu berjalan kaki melintasi jalur Pantura di Cikarang, Jawa Barat, Jumat (13/5/2023). Kini, para biksu dikabarkan telah tiba di jalur Pantura Subang, Jawa Barat.

    Kelompok tersebut terdiri atas 32 biksu dari berbagai negara yang melaksanakan ritual Thudong alias berjalan kaki dari Nakhon Si Thammarat, Thailand, menuju Candi Borobudur, Magelang, Jawa Tengah.

    Melansir dari laman resmi Ditjen Bimas Buddha Kementerian Agama (Kemenag RI), para biksu tersebut memulai perjalanannya dari Kamis (23/3/2023) dari Nakhon Si Thammarat, Thailand, melewati Malaysia dan Singapura untuk tiba di Candi Borobudur pada Minggu (4/6/2023) mendatang.


    ADVERTISEMENT


    SCROLL TO RESUME CONTENT




    Foto: Biksu Buddha melakukan persembahyangan di Candi Borobudur saat Hari Raya Waisak di Magelang, Jawa Tengah, Minggu (29/6/2022). (Photo by AGUNG SUPRIYANTO / AFP)

    Lantas, apa itu perjalanan Thudong?

    Thudong adalah perjalanan spiritual dilakukan oleh para bhante atau biksu dengan berjalan kaki sepanjang ribuan kilometer. Perjalanan religi ini dilakukan untuk mengikuti jejak Sang Buddha pada zaman kehidupannya ketika belum ada wihara, tempat tinggal, dan transportasi.

    Thudong dilaksanakan dengan cara berjalan kaki hingga masuk ke hutan sambil perenungan. Sebelum melakukan perjalanan, para biksu harus berdiam diri di suatu tempat dan berpuasa selama empat bulan selama musim hujan. Bila sudah memasuki musim kemarau atau musim semi, Thudong baru dilaksanakan.

    “Jadi dalam setahun mereka akan berjalan seperti ini selama empat bulan untuk melaksanakan tradisi ini. Kebetulan karena di Indonesia ada Candi Borobudur, bertepatan Hari Raya Waisak dan mereka jalan dari Thailand,” terang Bhante Dhammavuddho, dikutip dari laman resmi Ditjen Bimas Buddha Kemenag, Senin (15/5/2023).

    Melalui perjalanan ini, Bhante berharap para biksu dapat melatih kesabaran. Sebab, Sang Buddha mengajarkan bahwa kesabaran adalah praktik dhamma tertinggi. Sebagai informasi, dhamma adalah ajaran mulia yang berisi pedoman moral dan filsafat yang menuntun kita menuju kebahagiaan.

    “Mereka terkena panas, hujan, makan satu hari sekali, dan minum seadanya,” sebut Bhante.

    Para biksu disebut terus melakukan meditasi sepanjang perjalanan dan istirahat. Dalam perjalanannya, para biksu akan mengunjungi tempat-tempat ibadah lintas agama, seperti wihara, kelenteng, hingga pesantren sebagai tempat peristirahatan.

    Menurut catatan Google Maps, jarak tempuh dari Nakhon Si Thammarat ke Candi Borobudur adalah sekitar 2.797 km.

    (hsy/hsy)


    Inspirasi Sukses Mind your business
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Fitriana Herman

    Related Posts

    Jangan Sampai Hambat Anak Jadi Sukses, Orang Tua Haram Lakukan Ini

    25 Januari 2025

    Jangan Keliru! Nama Mobil Kijang Itu Singkatan, Ini Kepanjangannya

    25 Januari 2025

    6 Tempat Wisata Legend Ini Dulu Ramai, Kini Sepi Bak Kuburan

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.