Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Inspiring You»Mengenal Penyakit Jantung Koroner dan Faktor Penyebabnya
    Inspiring You

    Mengenal Penyakit Jantung Koroner dan Faktor Penyebabnya

    Fitriana HermanBy Fitriana Herman6 Juli 2023Updated:6 Juli 2023Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    Jakarta, Dexpert.co.id – Penyakit Jantung Koroner (PJK) merupakan salah satu penyebab kematian utama di Indonesia. Penyakit ini umumnya terjadi karena pembuluh arteri koroner yang menyempit akibat adanya plak atherosklerosis yang menumpuk (kolesterol, jaringan ikat dan zat lain).

    Dokter Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah dari Heartology Denio A. Ridjab, Sp.JP (K) mengatakan bahwa bila ada gejala serangan jantung yang muncul, seringan apapun hendaknya jangan disepelekan.

    Penanganan penyakit jantung koroner yang baik dapat mencegah komplikasi lebih lanjut, antara lain gangguan irama jantung atau aritmia, gagal jantung, syok kardiogenik, dan henti jantung yang dapat berujung pada kematian.


    ADVERTISEMENT


    SCROLL TO RESUME CONTENT

    “Saat ini tersedia Percutaneous Coronary Intervention (PCI) atau Angioplasty untuk penanganan PJK secara cepat dan akurat, yakni tindakan intervensi untuk memulihkan aliran darah ke jantung dengan cara mengatasi sumbatan atau penyempitan pada arteri koroner,” ungkap dr. Denio, Kamis (6/7/2023).

    Dia menjelaskan, sumbatan arteri koroner akan diregangkan menggunakan balon kateter khusus untuk pembuluh darah koroner dan pemasangan ring/stent, yang dimasukkan melalui pembuluh darah di lengan atau pangkal paha menuju jantung tanpa proses bedah.

    Lebih lanjut, ia mengatakan salah satu alat terkini yang saat ini bisa digunakan untuk membantu mendiagnosis dan mendukung tindakan PCI ataupun Angiografi Koroner adalah IVUS (IntraVaskular Ultrasound).

    Pemeriksaan ini secara detail memberikan gambaran pembuluh darah jantung seperti diameter, panjang, derajat dan jenis plak atau sumbatan pada pembuluh darah tersebut dengan lebih akurat. Penggunaan IVUS saat PCI memberikan akurasi dalam pemilihan strategi intervensi sehingga pemasangan stent akan memberikan hasil yang optimal bagi pasien.

    Intravascular Ultrasound (IVUS) dapat dilakukan dengan cara memasukkan tranducer ultrasound (menyerupai kamera) melalui guidewire ke dalam pembuluh darah, yang akan menampilkan gambaran secara detail di dalam pembuluh darah.

    Adapun beberapa keunggulan dari teknologi IVUS yakni menunjukan keberadaan dan beratnya plak atherosklerosis (penyempitan) di dalam pembuluh darah, memberikan informasi tentang apa yang membentuk plak di dalam pembuluh darah, mendeteksi restenosis. Serta Membantu pemasangan stent lebih akurat dan mengurangi risiko penyumbatan kembali stent di arteri dan vena.

    “Dengan menggunakan IVUS dokter dapat melakukan penilaian secara lebih komprehensif kondisi pembuluh darah, derajat beratnya PJK dan mengurangi kemungkinan risiko komplikasi,” ungkapnya.

     



    Artikel Selanjutnya


    Penderita Jantung tak Bisa Sembuh dan Harus Minum Obat Terus?

    (hsy/hsy)


    Inspirasi Kamu Smart your life
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Fitriana Herman

    Related Posts

    Jangan Sampai Hambat Anak Jadi Sukses, Orang Tua Haram Lakukan Ini

    25 Januari 2025

    Jangan Keliru! Nama Mobil Kijang Itu Singkatan, Ini Kepanjangannya

    25 Januari 2025

    6 Tempat Wisata Legend Ini Dulu Ramai, Kini Sepi Bak Kuburan

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.