Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Inspiring You»Mengenal Pengerupukan, Pawai Ogoh-ogoh Sebelum Nyepi
    Inspiring You

    Mengenal Pengerupukan, Pawai Ogoh-ogoh Sebelum Nyepi

    Fitriana HermanBy Fitriana Herman21 Maret 2023Updated:22 Maret 2023Tidak ada komentar3 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    Jakarta, Dexpert.co.id – Seluruh umat Hindu di Indonesia akan merayakan Hari Suci Nyepi Tahun Baru Saka 1945 pada besok, Rabu (22/3/2023).

    Sebelum pelaksanaan Nyepi, terdapat sejumlah prosesi yang wajib dilaksanakan umat Hindu Nusantara, salah satunya adalah pawai ogoh-ogoh atau pengerupukan pada satu hari sebelum Nyepi.

    Lantas, apa itu pengerupukan alias pawai ogoh-ogoh?


    ADVERTISEMENT


    SCROLL TO RESUME CONTENT




    Foto: Pawai ogoh-ogoh di Pura Amerta Jati, Depok, Rabu (6/3/2019). (CNBC Indonesia/Andrean Kristianto)

    Pengerupukan adalah salah satu tahapan pelaksanaan Hari Suci Nyepi yang memiliki makna mengusir Bhuta Kala dari lingkungan rumah, perkarangan, dan lingkungan sekitar. Bhuta Kala adalah wujud manifestasi sifat buruk bagi umat Hindu Nusantara dari lingkungan sekitar.

    Sebelum pengarakan ogoh-ogoh, rangkaian pengerupukan diawali dengan upacara Tawur Agung Kesanga. Sementara itu, pengarakan ogoh-ogoh digelar pada sore atau sandhyakala hingga malam hari setelah melaksanakan upacara Mecaru di tempat tinggal.

    Pelaksanaan pengerupukan ditandai dengan diaraknya ogoh-ogoh atau patung yang menggambarkan kepribadian dan sosok Bhuta Kala. Umumnya, ogoh-ogoh divisualisasikan bertubuh besar, kuku panjang, dan berwajah seram.

    Pada pelaksanaan pengerupukan, ogoh-ogoh akan mengelilingi desa adat dan diiringi oleh obor serta gamelan. Umumnya, peserta yang melaksanakan pengerupukan adalah para pemuda-pemudi dari setiap Sekaa Teruna Teruni (STT) di masing-masing banjar adat.




    Sejumlah Umat Hindu melakukan prosesi saat mengikuti upacara Tawur Agung Kesanga Di Pura Amerta Jati, Cinere, Depok, Jawa Barat, Rabu (2/3/2022). Prosesi Tawur Agung Kesanga yang digelar dengan protokol kesehatan COVID-19 tersebut merupakan rangkaian perayaan Hari Raya Nyepi tahun baru Saka 1944. (CNBC Indonesia/Andrean Kristianto)Foto: Sejumlah Umat Hindu melakukan prosesi saat mengikuti upacara Tawur Agung Kesanga Di Pura Amerta Jati, Cinere, Depok, Jawa Barat, Rabu (2/3/2022). Prosesi Tawur Agung Kesanga yang digelar dengan protokol kesehatan COVID-19 tersebut merupakan rangkaian perayaan Hari Raya Nyepi tahun baru Saka 1944. (CNBC Indonesia/Andrean Kristianto)

    Setelah diarak mengelilingi desa, ogoh-ogoh tersebut kemudian dibakar. Pembakaran ogoh-ogoh dimaknai sebagai upaya memusnahkan kejahatan yang disimbolkan dengan Bhuta Kala di bumi. Keesokan harinya, masyarakat Bali merayakan Tahun Baru Caka atau Hari Raya Nyepi dengan keheningan dan melaksanakan Catur Brata Penyepian.

    Dilansir dari laman resmi Desa Sangeh, Kabupaten Badung, ogoh-ogoh baru meluas sebagai rangkaian Nyepi di Bali sejak 1980-an. Sejak saat itu, masyarakat di Denpasar mulai membuat ogoh-ogoh. Budaya baru ini juga semakin meluas saat ogoh-ogoh diikutkan dalam Pesta Kesenian Bali XII.

    Awalnya, ogoh-ogoh hanya terbuat dari kerangka kayu dan bambu yang kemudian dibungkus dengan kertas-kertas. Namun, seiring dengan meningkatkan kreativitas dan berkembangnya zaman, masyarakat Bali mulai membuat ogoh-ogoh dari kerangka besi dan bambu yang dianyam serta dibungkus styrofoam.

    Saat ini, pengerupukan jadi salah satu daya tarik bagi para wisatawan yang mengunjungi Bali. Maka dari itu, tidak heran bila pengarakan ogoh-ogoh dihadiri oleh banyak orang.


    Artikel Selanjutnya


    Siap-siap, RI Bakal Gelar SPORTEL BALI 23-24 Februari 2023

    (hsy/hsy)


    Berani sukses Ide Sukses
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Fitriana Herman

    Related Posts

    Jangan Sampai Hambat Anak Jadi Sukses, Orang Tua Haram Lakukan Ini

    25 Januari 2025

    Jangan Keliru! Nama Mobil Kijang Itu Singkatan, Ini Kepanjangannya

    25 Januari 2025

    6 Tempat Wisata Legend Ini Dulu Ramai, Kini Sepi Bak Kuburan

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.