Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Inspiring You»Mengenal Covid Arcturus, Subvarian Baru yang Sangat Menular
    Inspiring You

    Mengenal Covid Arcturus, Subvarian Baru yang Sangat Menular

    Fitriana HermanBy Fitriana Herman14 April 2023Updated:14 April 2023Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    Jakarta, Dexpert.co.id – Subvarian baru Covid-19 bernama Arcturus tengah menjadi kekhawatiran di tengah masyarakat. Strain baru itu telah terdeteksi di beberapa negara seperti India dan Inggris.

    Mengutip The Independent, penelitian telah menunjukkan bahwa Arcturus lebih menular hingga 1,2 kali lipat daripada sub-varian utama terakhir.

    Subvarian yang dikenal sebagai subvarian Omicron XBB.1.16 ini pertama kali diidentifikasi pada Januari dan telah dipantau oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) sejak 22 Maret.


    ADVERTISEMENT


    SCROLL TO RESUME CONTENT

    Berbicara soal kemunculan Arcturus pada konferensi pers pada 29 Maret, Dr Maria Van Kerkhove, pimpinan teknis WHO untuk Covid, mengatakan bahwa subvarian itu sudah beredar selama beberapa bulan.

    “Subvarian ini memiliki satu mutasi tambahan pada lonjakan protein, yang, menurut penelitian laboratorium, menunjukkan peningkatan infektivitas serta potensi peningkatan patogenisitas,” kata Van Kerkhove.

    Arcturus merupakan salah satu dari 600 subvarian yang dihasilkan dari Omicron sejauh ini, meski tampaknya tidak lebih mematikan dari yang lain. Sejauh ini subvarian tersebut telah terdeteksi di 22 negara, termasuk Inggris dan AS.

    Di India, kementerian kesehatan negara itu melaporkan 40.215 kasus Covid aktif pada 12 April, naik 3.122 hanya dalam satu hari. Lonjakan kasus ini mendorong masyarakat untuk kembali wajib mengenakan masker di beberapa negara bagian dan meningkatkan produksi vaksin.

    Dr Vipin Vashishtha, seorang dokter anak dan mantan kepala Komite Imunisasi Akademi Pediatri India, mengatakan kepada The Hindustan Times bahwa gejala Arcturus termasuk demam tinggi, batuk dan konjungtivitis atau mata merah yang gatal.

    Sekitar 50 kasus telah terdeteksi di Inggris sejauh ini, menurut The Daily Mail, tetapi Profesor Paul Hunter dari University of East Anglia mengatakan kepada bahwa masih terlalu dini untuk mengatakan bahwa Inggris menghadapi lonjakan baru infeksi yang didorong oleh Arcturus.

    Sementara itu, para ilmuwan di Universitas Tokyo menyebut bahwa Arcturus menyebar sekitar 1,17 hingga 1,27 kali lebih efisien daripada varian sebelumnya.

    Peneliti pun memperingatkan bahwa Arcturus akan menyebar ke seluruh dunia dalam waktu dekat, mengingat bahwa subvarian ini memiliki kekebalan terhadap antibodi yang tertinggal di tubuh dari infeksi Covid sebelumnya.

    (hsy/hsy)


    Inspirasi Kamu Smart your life
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Fitriana Herman

    Related Posts

    Jangan Sampai Hambat Anak Jadi Sukses, Orang Tua Haram Lakukan Ini

    25 Januari 2025

    Jangan Keliru! Nama Mobil Kijang Itu Singkatan, Ini Kepanjangannya

    25 Januari 2025

    6 Tempat Wisata Legend Ini Dulu Ramai, Kini Sepi Bak Kuburan

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.