Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Inspiring You»Mengenal Anemia Aplastik, Penyakit Langka yang Diidap Babe Cabita
    Inspiring You

    Mengenal Anemia Aplastik, Penyakit Langka yang Diidap Babe Cabita

    Fitriana HermanBy Fitriana Herman9 April 2024Updated:9 April 2024Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email


    Jakarta, Dexpert.co.id – Komika Babe Cabita meninggal dunia pagi ini, Selasa (9/4/2024), di RS Mayapada, Lebak Bulus, Jakarta Selatan. Sebelumnya, ia diketahui mengidap penyakit langka anemia aplastik.

    Lalu apa itu anemia aplastik?

    Melansir Mayo Clinic, anemia aplastik adalah suatu kondisi yang terjadi ketika tubuh berhenti memproduksi sel darah baru. Kondisi ini membuat pengidapnya lelah dan lebih rentan terhadap infeksi serta pendarahan yang tidak terkontrol.


    ADVERTISEMENT


    SCROLL TO RESUME CONTENT

    Penyakit ini merupakan suatu kondisi yang langka dan serius. Anemia aplastik dapat berkembang pada usia berapa pun. Penyakit ini bisa terjadi secara tiba-tiba, atau bisa juga terjadi secara perlahan dan memburuk seiring berjalannya waktu.

    Dijelaskan bahwa sel induk di sumsum tulang menghasilkan sel darah yang terdiri dari sel darah merah, sel darah putih, dan trombosit. Pada anemia aplastik, sel induk rusak. Akibatnya, sumsum tulang menjadi kosong (aplastik) atau hanya mengandung sedikit sel darah (hipoplastik).

    Penyebab paling umum dari anemia aplastik adalah sistem kekebalan tubuh yang menyerang sel induk di sumsum tulang. Faktor lain yang dapat melukai sumsum tulang dan mempengaruhi produksi sel darah antara lain perawatan radiasi dan kemoterapi, paparan bahan kimia beracun, penggunaan obat-obatan tertentu, gangguan autoimun, infeksi virus, kehamilan, dan faktor yang tidak diketahui penyebabnya.

    Perawatan untuk anemia aplastik termasuk obat-obatan, transfusi darah atau transplantasi sel induk, yang juga dikenal sebagai transplantasi sumsum tulang.

    Anemia aplastik tidak memiliki gejala pasti. Namun jika muncul, tanda dan gejalanya bisa meliputi:

    Kelelahan

    Sesak nafas

    Detak jantung cepat atau tidak teratur

    Kulit pucat

    Infeksi yang sering atau berkepanjangan

    Memar yang tidak dapat dijelaskan atau mudah terjadi

    Mimisan dan gusi berdarah

    Pendarahan berkepanjangan akibat luka

    Ruam kulit

    Pusing

    Sakit kepala

    Demam

    (luc/luc)


    Berani sukses Smart your life
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Fitriana Herman

    Related Posts

    Jangan Sampai Hambat Anak Jadi Sukses, Orang Tua Haram Lakukan Ini

    25 Januari 2025

    Jangan Keliru! Nama Mobil Kijang Itu Singkatan, Ini Kepanjangannya

    25 Januari 2025

    6 Tempat Wisata Legend Ini Dulu Ramai, Kini Sepi Bak Kuburan

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.