Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Inspiring You»Media Asing Soroti Kasus Bullying di Kalangan Dokter Indonesia
    Inspiring You

    Media Asing Soroti Kasus Bullying di Kalangan Dokter Indonesia

    Fitriana HermanBy Fitriana Herman2 September 2024Updated:2 September 2024Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email




    Jakarta, CNBC Indonesia – Kasus bullying di lingkungan pendidikan dokter di Indonesia menjadi sorotan sejumlah media asing. Kasus ini sendiri menjadi besar setelah dr. Aulia Risma Lestari, yang sedang menjalani Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS) di Fakultas Kedokteran Universitas Diponegoro (FK UNDIP), ditemukan meninggal dunia dan diduga bunuh diri di Semarang, Jawa Tengah, pada Senin (12/8/2024).

    Media asal China, South China Morning Post, misalnya menyebut bahwa kasus tersebut mengungkap bahwa praktik bullying adalah “rahasia umum” di kalangan pendidikan dokter di Indonesia. 

    Pemeriksaan kesehatan yang dilakukan Kementerian Kesehatan pada Maret lalu mengungkapkan bahwa 22,4% dari sekitar 12.000 dokter residen yang disurvei mengalami depresi. Sekitar 3% responden mengaku memiliki pikiran untuk melukai diri sendiri atau bunuh diri dalam dua minggu sebelum pemeriksaan.

    Kementerian Kesehatan mengidentifikasi bullying sebagai faktor penyebabnya, diikuti faktor tuntutan akademis, seringnya bekerja shift malam, dan beban keuangan untuk menyeimbangkan studi dengan kewajiban keluarga.

    Adapun media asal Singapura, CNA, menyebut bahwa kematian dr. Aulia mengungkap “sisi kelam” dari pendidikan dokter di Indonesia. 

    “Meninggalnya seorang dokter di Indonesia yang tengah menjalani pendidikan kedokteran spesialis di sebuah rumah sakit di Jawa Tengah baru-baru ini menyoroti budaya bullying di lembaga-lembaga tersebut, di tengah kegagalan upaya pihak berwenang untuk menghentikan momok tersebut,” demikian bunyi paragraf pertama CNA dalam artikel yang diterbitkan 20 Agustus lalu. 

    Fakta baru yang terungkap menyebut bahwa sebelum kematiannya, dr. Aulia dipalak Rp40 juta per bulan oleh para seniornya. 

    Meski begitu, pernyataan resmi yang dirilis, FK UNDIP menegaskan bahwa menurut hasil investigasi internal universitas, dr. Risma tidak melakukan bunuh diri akibat perundungan senior, melainkan karena masalah kesehatan mental lainnya.

    “Mengenai pemberitaan meninggalnya almarhumah berkaitan dengan dugaan perundungan yang terjadi, dari investigasi internal kami, hal tersebut TIDAK BENAR,” tulis UNDIP melalui pernyataan resmi yang diterima CNBC Indonesia.

     

    (hsy/hsy)

    Saksikan video di bawah ini:

    Video: Daya Beli Melemah, Ekspansi Bisnis Skincare Pria Apa Kabar?





    Next Article



    Ini 8 Tips Panjang Umur dari Dokter yang Usianya Nyaris 100 Tahun



    Smart your life True Success
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Fitriana Herman

    Related Posts

    Jangan Sampai Hambat Anak Jadi Sukses, Orang Tua Haram Lakukan Ini

    25 Januari 2025

    Jangan Keliru! Nama Mobil Kijang Itu Singkatan, Ini Kepanjangannya

    25 Januari 2025

    6 Tempat Wisata Legend Ini Dulu Ramai, Kini Sepi Bak Kuburan

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.