Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Inspiring You»Kritik Pengamat Soal Pramuka Bukan Lagi Ekskul Wajib di Sekolah
    Inspiring You

    Kritik Pengamat Soal Pramuka Bukan Lagi Ekskul Wajib di Sekolah

    Fitriana HermanBy Fitriana Herman1 April 2024Updated:1 April 2024Tidak ada komentar3 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email


    Jakarta, Dexpert.co.id – Pengamat pendidikan menilai bahwa kebijakan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbud Ristek) yang tidak mewajibkan para siswa sekolah untuk mengikuti ekstrakurikuler Pramuka bukan masalah yang mendasar. Sebab, ada masalah lain di dunia pendidikan yang masih perlu dibenahi.

    Koordinator Nasional Jaringan Pemantau Pendidikan Indonesia (JPPI), Ubaid Matraji mengatakan bahwa Permendikbud Ristek Nomor 12 Tahun 2024 yang mengatur keikutsertaan murid dalam kegiatan ekstrakurikuler, termasuk pramuka bersifat sukarela sebenarnya bukan masalah mendasar yang harus ditangani oleh pemerintah saat ini.

    Menurut Ubaid, masalah yang seharusnya ditangani oleh pemerintah adalah kurikulum yang diterapkan di sekolah. Sebab, kurikulum saat ini dinilai masih belum maksimal.


    ADVERTISEMENT


    SCROLL TO RESUME CONTENT

    “Saya lebih menyoroti pada gonta-ganti kurikulum yang membingungkan sekolah. Ini sebentar lagi, kan, ada presiden baru. Sebaiknya dimatangkan dulu. Biasanya, kan, ganti presiden pasti ganti kurikulum,” kata Ubaid kepada CNBC Indonesia, Senin (1/4/2024).

    “Soal Pramuka ini bukan masalah mendasar. Lebih produktif pada perdebatan problem mutu guru daripada bahas soal Pramuka,” sambungnya.

    Ubaid mengatakan, lingkup pendidikan di Indonesia, terutama di sekolah saat ini masih tergolong buruk. Menurutnya, ekosistem sekolah di RI masih “terjebak” oleh pendidikan karakter dari guru kepada siswa yang buruk, integritas yang rendah, dan budaya koruptif yang berakar serta menyebar.

    “Misalnya, Pramuka ini sangat bermanfaat untuk belajar kerja sama, cinta tanah air, dan lainnya,” ujar Ubaid.

    “Bagaimana ini bisa diwujudkan kalau ekosistem di sekolah masih dilingkupi dengan pendidikan karakter yang buruk, integritas yang rendah, dan budaya koruptif masih menggurita,” lanjutnya.

    Lebih lanjut, Ubaid mengatakan bahwa Pramuka bukanlah satu-satunya “jalan” bagi para siswa untuk mendapatkan manfaat terkait pentingnya kerja sama dan cinta tanah air. Menurutnya, seluruh manfaat tersebut bisa diperoleh dari setiap kegiatan di sekolah.

    “Tinggal bagaimana pembelajaran tersebut diintegrasikan dengan mata pelajaran atau kegiatan di sekolah,” pungkas Ubaid.

    Sebagai informasi, Mendikbud Ristek, Nadiem Makarim mengesahkan Permendikbud Ristek Nomor 12 Tahun 2024. Salah satu isi dalam Permen tersebut adalah tidak mewajibkan siswa sekolah untuk mengikuti ekstrakurikuler Pramuka. Pramuka akan menjadi kegiatan opsional alias bisa dipilih oleh murid.

    Selama ini, Pramuka diwajibkan di sekolah sebagai salah satu aktivitas pengembangan diri siswa. Dalam kegiatannya, Pramuka mengajarkan para pesertanya berbagai keterampilan yang dibutuhkan ketika berada di alam bebas, seperti kode morse, memasak dengan perkakas seadanya, membangun tenda, tali-temali, hingga membangun api unggun.

    Tidak hanya itu, Pramuka juga bertujuan untuk membentuk karakter kuat setiap anggotanya, seperti mengembangkan kedisiplinan, keberanian, tanggung jawab, kejujuran, kerja sama, dan hormat kepada diri sendiri, sesama, dan lingkungan.

    Permen soal penghapusan Pramuka sebagai pilihan wajib di sekolah ditetapkan pada 25 Maret 2024 dan mulai berlaku pada tanggal diundangkan, yakni 26 Maret 2024.

    (rns/rns)


    Berani sukses Mind your business
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Fitriana Herman

    Related Posts

    Jangan Sampai Hambat Anak Jadi Sukses, Orang Tua Haram Lakukan Ini

    25 Januari 2025

    Jangan Keliru! Nama Mobil Kijang Itu Singkatan, Ini Kepanjangannya

    25 Januari 2025

    6 Tempat Wisata Legend Ini Dulu Ramai, Kini Sepi Bak Kuburan

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.