Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Portofolio
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Inspiring You»Kisah Wanita yang Koma Selama 42 Tahun, Penyebabnya Diabetes
    Inspiring You

    Kisah Wanita yang Koma Selama 42 Tahun, Penyebabnya Diabetes

    Fitriana HermanBy Fitriana Herman5 Juli 2023Updated:6 Juli 2023Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    Jakarta, Dexpert.co.id – Ada banyak rekor-rekor unik yang tercatat di dunia. Salah satu yang paling tak biasa dipegang oleh perempuan asal Miami, Amerika Serikat (AS), Edwarda O’Bara yang remecahkan rekor koma terlama di dunia, yakni selama 42 tahun. 

    Melansir dari CNN Internasional, pada akhir 1969 Edwarda didiagnosis menderita diabetes. Sejak saat itu, ia diberi resep obat insulin oral. Namun, pada perayaan Natal 1969, Edwarda tiba-tiba terserang flu hingga muntah-muntah.

    Pada 1970, kondisi Edwarda semakin memburuk dan keluarga langsung membawanya ke rumah sakit agar segera mendapatkan pertolongan. Sejak saat itu, Edwarda mengalami koma.


    ADVERTISEMENT


    SCROLL TO RESUME CONTENT

    Sesaat sebelum koma, Edwarda sempat berpesan kepada ibunya, Kaye O’Bara.

    “Jangan pernah tinggalkan saya,” ujar Edwarda kepada Kaye, dikutip Selasa (4/7/2023).

    Kaye benar-benar memenuhi permintaan tersebut. Selama hidupnya, Kaye terus merawat Edwarda yang hidup dalam kondisi koma. Setiap dua jam sekali, Kaye memberikan susu formula bayi kepada Edwarda melalui selang makanan.

    Selain itu, Kaye juga rutin memberikan suntikan insulin, membalikkan tubuh Edwarda agar tidak mengalami kelainan tubuh akibat terlalu banyak berbaring, hingga mengganti popok. Akibat rutinitas tersebut, Kaye sempat menderita radang sendi.

    Namun, pada 2007 Kaye meninggal dunia. Sejak saat itu, Edwarda dirawat oleh adiknya, Colleen O’Bara.

    Setiap dua jam sekali, Colleen mengecek kondisi Edwarda untuk mencegah nyeri akibat terlalu lama berbaring, memberikan insulin, serta memberinya makan lewat selang. Sesekali, Colleen juga membacakan buku dan memutarkan musik untuk Edwarda.

    “Dia adalah sahabatku di seluruh dunia,” ungkap Colleen.

    Pada 21 November 2012, Edwarda dinyatakan meninggal dunia pada usia 59 tahun setelah mengalami koma selama 42 tahun.

    Melansir dari Mayo Clinic, koma adalah kondisi tidak sadar berkepanjangan yang dialami seseorang akibat berbagai masalah kesehatan, seperti cedera kepala traumatis, stroke, tumor otak, keracunan obat atau alkohol, bahkan diabetes atau infeksi.

    Koma tergolong sebagai keadaan darurat medis. Bila terjadi, pasien memerlukan tindakan cepat untuk menjaga kehidupan dan fungsi otak. Umumnya, dokter akan melakukan serangkaian tes darah dan pemindaian otak untuk mencoba menentukan apa penyebab koma sehingga perawatan yang tepat dapat dimulai.


    Artikel Selanjutnya


    Bau Badan Bisa Jadi Pertanda Diabetes? Cek Faktanya


    Inspirasi Kamu Never Give Up
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Fitriana Herman

    Related Posts

    Jangan Sampai Hambat Anak Jadi Sukses, Orang Tua Haram Lakukan Ini

    25 Januari 2025

    Jangan Keliru! Nama Mobil Kijang Itu Singkatan, Ini Kepanjangannya

    25 Januari 2025

    6 Tempat Wisata Legend Ini Dulu Ramai, Kini Sepi Bak Kuburan

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.