Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Inspiring You»Kisah 32 Tahun Perjalanan Pebulu Tangkis Indonesia di Olimpiade
    Inspiring You

    Kisah 32 Tahun Perjalanan Pebulu Tangkis Indonesia di Olimpiade

    Fitriana HermanBy Fitriana Herman3 Agustus 2024Updated:3 Agustus 2024Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email




    Jakarta, Dexpert.co.id – Sektor bulu tangkis Indonesia mengalami kondisi berat dalam Olimpiade Paris 2024. Harapan kini tertumpu pada Gregoria Mariska Tunjung. Jorji, panggilan akrab Gregoria, jadi harapan Indonesia membawa pulang medali emas lewat Olimpiade Paris 2024 lewat kategori tunggal putri.

    Sebab seluruh atlet bulu tangkis Indonesia sudah bertekuk lutut terlebih dahulu di hadapan lawan.

    Hari ini, Gregoria beri kabar baik. Dalam pertandingan perempat final, yang digelar, Sabtu (3/8/2024) pukul 14.40 WIB, Gregoria berhasil menumbangkan wakil Thailand, Ratchanok Intanon.

    Satu-satunya wakil Indonesia pada cabang olahraga (cabor) badminton (bulu tangkis) itu sukse menghajar Ratchanok Intanon dalam dua gim sekaligus babak perempat besar, yakni dengan hasil akhir 25-23 dan 21-9. Sejak awal gim pertama, Jorji, sudah berjuang mati-matian untuk mempertahankan tradisi medali Indonesia.

    Singkat laga, Gregoria Mariska mampu unggul jauh dengan match point 20-9.

    Dengan hasil ini, masih ada harapan Indonesia cetak prestasi cemerlang di ajang olahraga terbesar empat tahunan itu.

    Sejak pertama kali dilombakan di Olimpiade Barcelona 1992, atlet bulu tangkis Indonesia selalu mendapat hasil cemerlang kecuali di Olimpiade London 2012.

    Dunia masih teringat bagaimana perwakilan Indonesia di semua kategori, kecuali ganda putri, sukses memborong medali emas, perak, perunggu dalam Olimpiade Barcelona 1992.

    Medali emas disumbang lewat tunggal putra Alan Budikusuma dan tunggal putri Susy Susanti. Sementara tunggal putra Ardy Wiranata dan ganda putra Eddy Hartono/Rudy Gunawan menyumbang medali perak. Sedangkan tunggal putra Hermawan Susanto menyumbang medali perunggu.

    Dengan rekam jejak demikian, dunia menganggap bulu tangkis Indonesia jadi yang terkuat di dunia. Tak heran, pemerintah selalu menargetkan bulu tangkis bisa membawa Indonesia juara dan menambah perolehan medali.

    Total, Indonesia sudah memperoleh 21 medali atas berbagai kategori pertandingan.

    Berikut perjalanan atlet bulu tangkis Indonesia di Olimpiade selama 32 tahun:




    (mfa/mfa)

    Saksikan video di bawah ini:

    Inovasi Unik Brand Perawatan Tubuh Berebut Pasar RI





    Next Article



    Gagal Juara Grup, Fajar/Rian Ditekuk Pasangan India di Olimpiade Paris



    Mind your business Never Give Up
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Fitriana Herman

    Related Posts

    Jangan Sampai Hambat Anak Jadi Sukses, Orang Tua Haram Lakukan Ini

    25 Januari 2025

    Jangan Keliru! Nama Mobil Kijang Itu Singkatan, Ini Kepanjangannya

    25 Januari 2025

    6 Tempat Wisata Legend Ini Dulu Ramai, Kini Sepi Bak Kuburan

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.