Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Inspiring You»Kenapa Orang Kaya Tetap Punya Utang? Ini Penjelasannya…
    Inspiring You

    Kenapa Orang Kaya Tetap Punya Utang? Ini Penjelasannya…

    Fitriana HermanBy Fitriana Herman12 Juni 2024Updated:12 Juni 2024Tidak ada komentar3 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email


    Jakarta, Dexpert.co.id – Memiliki utang masih dinilai negatif bagi segelintir orang. Sebab hal ini, membuat khawatir dan hidup menjadi tidak tenang.
    Tidak hanya orang yang kesulitan ekonomi yang berutang, sebagian orang kaya ternyata juga banyak berutang. Bahkan nominal utang para orang kaya tak main-main.
    Lantas, jika kaya kenapa masih berutang bahkan kekayaannya cenderung meningkat?


    ADVERTISEMENT


    SCROLL TO RESUME CONTENT

    Hal ini berkaitan dengan cara pengelolaan utang yang mereka lakukan. Orang-orang kaya tersebut memperlakukan utangnya sebagai utang yang baik.
    Berbeda dengan kebanyakan orang yang menggunakan utang untuk sesuatu yang konsumtif, para mereka biasanya memanfaatkan utang untuk kegiatan positif yang bertujuan mendapatkan keuntungan, seperti berutang untuk modal usaha atau disebut utang produktif.

    Utang produktif tidak hanya meminjam uang untuk mendapat manfaat atau kepuasan sementara, seperti berutang untuk membeli produk atau jalan-jalan ke luar negeri, dan sejenisnya. Lebih dari itu, utang produktif akan memberikan banyak manfaat finansial atau bisa menjadi sumber penghasilan di masa depan.

    Contoh yang dipraktikkan oleh para orang kaya adalah meminjam uang untuk kegiatan bisnis yang di kemudian hari akan menghasilkan laba usaha sehingga dapat digunakan untuk melunasi pinjaman secara berkala, memutar bisnis, hingga membantu keuangan keluarga. Para orang kaya yang berutang tapi tidak jatuh miskin pastinya mereka memiliki konsep dasar utang yakni bijak dan disiplin membayar cicilan utang.

    Sebagaimana konsep dasar utang, baik utang konsumtif maupun utang produktif menuntut komitmen setiap peminjamnya untuk melakukan pelunasan sampai dengan batas waktu yang ditentukan. Oleh karena itu, disiplin dalam membayar cicilan adalah hal wajib agar di kemudian hari tidak terjebak dalam masalah utang.

    Pada dasarnya, selama Anda bisa memperhitungkan risiko dan kemampuan melunasi utang, dari sudut pandang keuangan Anda masih boleh mengambil utang produktif dan konsumtif.

    Keberadaan utang dapat pula menjadi bagian dari strategi pengelolaan keuangan orang-orang kaya. Dana hasil utang dapat memberikan tambahan uang kas yang dimiliki oleh orang kaya. Selanjutnya, dana tersebut dapat mereka gunakan untuk berbagai keperluan.

    Salah satu strategi yang kerap mereka lakukan dalam pemanfaatan dana hasil hutang adalah untuk keperluan memperluas portofolio investasi. Selain itu, ada pula kesempatan untuk mengurangi beban pembayaran pajak dengan memanfaatkan utang.

    Perlu diketahui, pelunasan utang memiliki pengaruh pada ketersediaan uang kas yang dipunyai oleh orang kaya. Jika mereka memilih untuk melunasi utang, maka peluang bisnis atau investasi yang potensial tersebut dapat terlewat begitu saja.

    Situasinya akan berbeda ketika mereka sengaja berhutang untuk menjaga ketersediaan uang kas. Pada situasi seperti ini, orang kaya bisa memiliki uang tunai yang cukup. Saat mereka menjumpai adanya peluang bisnis atau investasi menjanjikan, mereka dapat segera mengambil keputusan.



    Artikel Selanjutnya


    Daftar 5 Negara yang Paling Jarang Ngutang, Ada Tetangga RI

    (Sumber: CNBC.com )


    Berani sukses Selalu Semangat
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Fitriana Herman

    Related Posts

    Jangan Sampai Hambat Anak Jadi Sukses, Orang Tua Haram Lakukan Ini

    25 Januari 2025

    Jangan Keliru! Nama Mobil Kijang Itu Singkatan, Ini Kepanjangannya

    25 Januari 2025

    6 Tempat Wisata Legend Ini Dulu Ramai, Kini Sepi Bak Kuburan

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.