Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Inspiring You»Kenali Mitos dan Fakta Penyakit Jantung Bawaan pada Anak
    Inspiring You

    Kenali Mitos dan Fakta Penyakit Jantung Bawaan pada Anak

    Fitriana HermanBy Fitriana Herman10 Juli 2024Updated:10 Juli 2024Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email




    Jakarta, Dexpert.co.id – Penyakit jantung bawaan (PJB) merupakan kelainan pada struktur dan fungsi jantung yang sudah ada sejak lahir. Kondisi ini terjadi akibat gangguan pada proses pembentukan dan perkembangan jantung janin.

    Pada beberapa kasus, gejala penyakit jantung bawaan baru muncul beberapa tahun setelah bayi dilahirkan, bisa ketika masa kanak-kanak atau remaja.

    Dokter Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah, dr. Radityo Prakoso Sp.JP(K) FIHA FAPSIC FAsCC, mengatakan bahwa penyakit jantung bawaan merupakan kelainan bawaan yang paling sering ditemukan di Indonesia.

    Terlepas dari itu, para orang tua sebaiknya dapat mengenali mitos atau fakta terkait penyakit jantung bawaan pada anak. Lantas, apa sajakah itu berikut paparannya yang perlu diketahui seperti dikutip dari akun Instagram resmi Heartology.

    Mitos
    1. Penyakit jantung bawaan tidak bisa disembuhkan.

    2. Penyakit jantung bawaan hanya disebabkan oleh faktor genetik.

    3. Penyakit jantung bawaan selalu terlihat langsung setelah lahir

    4. Anak dengan PJB tidak bisa menjalani kehidupan normal.

    Fakta
    1. Sebagian besar PJB pada anak maupun dewasa dapat disembuhkan dengan tindakan intervensi jantung non bedah untuk PJB tertentu, seperti penutupan PDA, ASD, VSD, pelebaran penyempitan katup pulmonal, katup aorta dan koartasio aorta. Semua tindakan non bedah dilakukan secara transkateter.

    2. Meskipun faktor genetik memainkan peran, PJB juga bisa disebabkan oleh faktor lingkungan selama kehamilan, seperti infeksi ibu dengan rubella selama 10 minggu pertama kehamilan, konsumsi obat tertentu, atau paparan zat berbahaya.

    3. Beberapa jenis PJB mungkin tidak menunjukkan gejala yang jelas pada awal kehidupan dan baru terdeteksi ketika anak tumbuh atau setelah dewasa. Pemeriksaan kesehatan rutin sangat penting untuk mendeteksi PJB yang mungkin tidak terdeteksi saat awal kelahiran.

    4. Pada era sekarang anak dengan PJB dapat memiliki angka kesembuhan yang lebih tinggi serta memiliki kesempatan untuk dapat tumbuh dan berkembang seperti anak-anak pada umumnya jika dilakukan penanganan dengan cepat dan tepat.

    Saksikan video di bawah ini:

    Kenali Tanda-Tanda Masalah Kulit Jelang Usia Lanjut





    Next Article



    6 Ciri Penyakit Jantung Pria yang Sering Diabaikan, Apa Saja?



    (Sumber: CNBC.com )

    Ide Sukses True Success
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Fitriana Herman

    Related Posts

    Jangan Sampai Hambat Anak Jadi Sukses, Orang Tua Haram Lakukan Ini

    25 Januari 2025

    Jangan Keliru! Nama Mobil Kijang Itu Singkatan, Ini Kepanjangannya

    25 Januari 2025

    6 Tempat Wisata Legend Ini Dulu Ramai, Kini Sepi Bak Kuburan

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.