Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Inspiring You»Kemenkes Blak-Blakan Ungkap Penyebab Kasus Polio Muncul Lagi
    Inspiring You

    Kemenkes Blak-Blakan Ungkap Penyebab Kasus Polio Muncul Lagi

    Fitriana HermanBy Fitriana Herman20 Maret 2023Updated:20 Maret 2023Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    Jakarta, Dexpert.co.id – Kementerian Kesehatan (Kemenkes) kembali melaporkan kasus baru polio di tanah air. Beberapa waktu lalu, anak berusia dua tahun di Purwakarta, Jawa Barat terkonfirmasi positif polio dengan gejala gangguan tumbuh kembang.

    “Di Purwakarta sebenarnya itu [sejak] 2021 anaknya sudah tidak bisa berjalan. Ketahuannya karena anaknya demam, dibawa ke rumah sakit, terus puskesmas melihat penyebab dia tidak bisa berjalan itu adalah polionya,” terang Kepala Biro Komunikasi Kemenkes, dr. Siti Nadia Tarmizi kepada wartawan di Gedung Dhanapala Kementerian Keuangan (Kemenkeu), Jakarta, Senin (20/3/2023).

    Nadia mengatakan, pemicu kembalinya kasus polio di Indonesia karena cakupan vaksinasi yang rendah akibat pandemi Covid-19. Selama tiga tahun terakhir, jumlah anak yang divaksinasi dasar lengkap menurun drastis. Akibanya, kekebalan kelompok atau herd immunity menurun.


    ADVERTISEMENT


    SCROLL TO RESUME CONTENT

    “Dulu, kan, cakupan imunisasi dasar lengkap 90 persen. Selama berpuluh puluh tahun itu 80-90 persen. Nah, pandemi turun, enggak ada yang mencapai 70 persen,” jelas dr. Nadia.

    “Pada 2020 kita masih aman karena herd immunity-nya masih ada. Pada 2021 sudah turun, ditambah lagi ada anak baru yang lahir dan belum divaksinasi. 2022, ya, tambah turun lagi. Makanya di Aceh cukup banyak” lanjutnya.

    Saat ini, Kemenkes sedang melakukan surveilans dan penelusuran epidemiologis terkait potensi penyebaran virus di lingkungan sekitar kediaman pasien.

    Sebagai informasi, polio dinyatakan sudah hilang pada 2014. Namun, penyakit yang sangat mudah menular dan dapat menyebabkan paralisis alias kelumpuhan akibat gangguan saraf ini kembali muncul pada 2022.

    Hingga saat ini, obat polio masih belum ditemukan. Meskipun demikian, polio dapat dicegah dengan melakukan imunisasi sebanyak empat kali sampai anak berusia empat bulan. Kemenkes mengklaim bahwa dengan cakupan imunisasi yang merata, anak akan terhindar dari virus polio.

    Berdasarkan rilis Kemenkes, pemberian imunisasi polio adalah sebagai berikut.

    1. Vaksin Polio Tetes (OPV) diberikan empat kali pada usia satu, dua, tiga, dan empat bulan

    2. Vaksin Polio Suntik (IPV) diberikan satu kali pada usia empat bulan.


    Artikel Selanjutnya


    Diminta Tanggung Jawab Kasus Gagal Ginjal, Ini Kata Kemenkes

    (hsy/hsy)


    Berani sukses Inspirasi Sukses
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Fitriana Herman

    Related Posts

    Jangan Sampai Hambat Anak Jadi Sukses, Orang Tua Haram Lakukan Ini

    25 Januari 2025

    Jangan Keliru! Nama Mobil Kijang Itu Singkatan, Ini Kepanjangannya

    25 Januari 2025

    6 Tempat Wisata Legend Ini Dulu Ramai, Kini Sepi Bak Kuburan

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.