Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Inspiring You»Kecoa Hewan Terkuat di Bumi: Gigitannya 50x Lebih Besar
    Inspiring You

    Kecoa Hewan Terkuat di Bumi: Gigitannya 50x Lebih Besar

    Fitriana HermanBy Fitriana Herman22 Agustus 2023Updated:22 Agustus 2023Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    Jakarta, Dexpert.co.id – Kecoa adalah salah satu hewan yang paling dihindari oleh sebagian besar orang. Selain dianggap menggelikan, kecoa juga menjadi hewan yang ditakuti karena membawa banyak bakteri.

    Namun, siapa sangka, faktanya kecoa adalah salah satu hewan terkuat di bumi. Melansir dari The Guardian, kecoa memiliki gigitan yang sangat kuat, bahkan 50 kali lebih besar dari berat tubuhnya yang kecil.

    Menurut para peneliti, kuatnya gigitan kecoa disebabkan oleh rahang yang dapat menggigit lima kali lebih kuat daripada manusia.


    ADVERTISEMENT


    SCROLL TO RESUME CONTENT

    Sebuah studi yang dipublikasikan Plose One menemukan bahwa ketika menghadapi bahan-bahan keras, seperti kayu, kecoa akan mengaktifkan serat otot di rahang untuk meningkatkan kekuatan gigitan guna mengatasi hal-hal yang berulang dan berat.

    “Penelitian kami adalah yang pertama kali mengukur kekuatan gigitan serangga biasa. Dan kami menemukan bahwa kecoa Amerika, Periplaneta Americana, dapat menghasilkan gaya gigitan sekitar 50 kali lebih kuat daripada berat badannya sendiri,” kata penulis utama penelitian, Tom Weihmann, dari departemen zoologi Universitas Cambridge, dikutip Selasa (22/8/2023).

    “Dalam istilah relatif, (gigitan kecoa) itu sekitar lima kali lebih kuat daripada yang dapat dihasilkan oleh manusia dengan rahang,” lanjut Wihmann

    Menurut Weihmann, para peneliti ingin memahami gigitan kecoa karena serangga memainkan peran penting dalam banyak ekosistem. Selain itu, temuan tersebut dinilai bisa menghasilkan ‘rekayasa terinspirasi dari alam’.

    Menurut laporan The Guardian, tim tersebut menganalisis 300 gigitan yang dilakukan oleh kecoa spesimen, mulai dari gigitan cepat dan lemah hingga yang kuat dan tahan lama.

    “Gigitan-gigitan yang lebih lemah dan pendek dihasilkan oleh serat otot yang relatif cepat, sementara gigitan yang lebih lama dan kuat didorong oleh serat otot tambahan yang memerlukan waktu untuk mencapai kekuatan maksimum mereka,” kata Weihmann.

    (hsy/hsy)


    Berani sukses Mind your business
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Fitriana Herman

    Related Posts

    Jangan Sampai Hambat Anak Jadi Sukses, Orang Tua Haram Lakukan Ini

    25 Januari 2025

    Jangan Keliru! Nama Mobil Kijang Itu Singkatan, Ini Kepanjangannya

    25 Januari 2025

    6 Tempat Wisata Legend Ini Dulu Ramai, Kini Sepi Bak Kuburan

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.