Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Inspiring You»Kasus DBD di RI Tembus 91 Ribu, Menkes Ungkap Penyebabnya
    Inspiring You

    Kasus DBD di RI Tembus 91 Ribu, Menkes Ungkap Penyebabnya

    Fitriana HermanBy Fitriana Herman21 Mei 2024Updated:21 Mei 2024Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email


    Jakarta, Dexpert.co.id – Menteri Kesehatan (Menkes RI), Budi Gunadi Sadikin menyebutkan bahwa demam berdarah dengue (DBD) adalah penyakit akibat nyamuk kota yang lebih ‘elit’ jika dibandingkan dengan nyamuk di desa.

    Dalam rapat kerja (raker) dengan Komisi IX DPR RI pada hari ini, Selasa (21/5/2024), Budi mengatakan bahwa DBD adalah penyakit nyamuk kota, sementara malaria adalah penyakit perdesaan. Menurutnya, penyakit malaria di desa dapat berubah menjadi DBD berkat pembangunan yang masif.

    “Dengue ini penyakit nyamuk kota kalau saya bilang, kalau nyamuk desa itu malaria, tapi kalau desanya berubah jadi kota, berubah juga populasi nyamuknya karena mungkin nyamuknya jadi lebih elite,” kata Budi dalam pemaparannya saat raker dengan Komisi IX DPR RI di Gedung Nusantara I, Jakarta, Selasa (21/5/2024).


    ADVERTISEMENT


    SCROLL TO RESUME CONTENT

    Sebagai contoh, menteri lulusan Fisika Nuklir Institut Teknologi Bandung (ITB) ini membawa kondisi di Ibu Kota Nusantara (IKN), Kalimantan Timur yang masih menjadi ‘sarang’ nyamuk malaria. Ia mengatakan, malaria di IKN bisa berubah menjadi nyamuk penyebab DBD alias Aedes Aegypti jika pembangunan sudah rampung.

    “Jadi kalau sekarang di IKN itu banyak malaria, aku rasa sebentar lagi kalau banyak pembangunan berubah jadi Dengue, demam berdarah nyamuknya,” ujar Budi.

    Terlepas dari itu, Menkes RI mengungkapkan bahwa kasus penyebaran DBD di Indonesia saat ini masih relatif rendah. Menurutnya, kasus penyebaran di Indonesia masih ‘kalah’ jika dibandingkan dengan Brasil.

    “Kita relatif rendah dibandingkan negara-negara lain. Kemarin baru pulang dari Brasil, ini sangat tinggi di Brasil,” ungkap Budi.

    Menteri yang disapa BGS itu menyebut, kasus DBD di Indonesia memiliki siklus yang dipengaruhi oleh iklim, salah satunya adalah El Nino. Ia mengaku sudah memprediksi kasus DBD akan naik saat El Nino mulai terjadi.

    “Memang dia (DBD) ada siklusnya dan seperti yang saya sampaikan sebelumnya, siklusnya itu dipengaruhi oleh iklim. Begitu ada El Nino, pasti kasusnya naik,” beber BGS.

    “Jadi, kemarin waktu Pak Presiden bilang ‘Ini El Nino, hati-hati pangan’ itu kita sudah tahu ini pasti naik, nih, Dengue ini,” sambungnya.

    Lebih lanjut, BGS memperkirakan bahwa kasus DBD akan turun pada Juli mendatang. Sebagai informasi, berdasarkan data hingga 5 Mei 2024 lalu, total jumlah kasus DBD di Indonesia adalah 91.269 orang dan 641 kasus kematian.

    “Nanti Juli akan turun. Kalau ramai, nanti turun. Kita lihat pola years. Ramainya Desember dan Februari,” kata Budi.



    Artikel Selanjutnya


    Waspada, Ini 5 Cara Pencegahan Demam Berdarah Dengue (DBD)

    (rns/rns)


    Gaya Hidup Terkini Never Give Up
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Fitriana Herman

    Related Posts

    Jangan Sampai Hambat Anak Jadi Sukses, Orang Tua Haram Lakukan Ini

    25 Januari 2025

    Jangan Keliru! Nama Mobil Kijang Itu Singkatan, Ini Kepanjangannya

    25 Januari 2025

    6 Tempat Wisata Legend Ini Dulu Ramai, Kini Sepi Bak Kuburan

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.