Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Inspiring You»Jarang Disadari! 4 Kebiasaan Ini Merusak Otak, No.3 di Luar Dugaan
    Inspiring You

    Jarang Disadari! 4 Kebiasaan Ini Merusak Otak, No.3 di Luar Dugaan

    Fitriana HermanBy Fitriana Herman12 Maret 2024Updated:12 Maret 2024Tidak ada komentar3 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    Jakarta, Dexpert.co.id – Otak adalah salah satu organ tubuh yang wajib dijaga kesehatannya. Sebab, otak adalah “pusat” untuk mengontrol tubuh, termasuk pikiran, ingatan, fokus, gerakan, pernapasan, hingga detak jantung manusia.

    Seiring berjalannya waktu dan bertambahnya usia, tidak sedikit orang yang merasa fungsi otak mereka mulai menurun. Biasanya, anggapan ini muncul jika seseorang mengalami penurunan kemampuan daya ingat hingga merasa “lebih bodoh”.

    Melansir dari CNBC Make It, profesor di Center for Neuroscience and Department of Psychology sekaligus direktur Dynamic Memory Lab di University of California Charan Ranganath mengungkapkan ada empat kebiasaan manusia yang dapat memicu kerusakan otak sehingga terjadi penurunan fungsi otak.


    ADVERTISEMENT


    SCROLL TO RESUME CONTENT

    Apa saja? Berikut empat daftar kebiasaan manusia yang mampu memicu kerusakan memori otak, dikutip Selasa (12/3/2024):

    Terlalu Sering Multitasking

    Menurut Ranganath, manusia mengandalkan korteks prefrontal di dalam otak untuk memerhatikan lingkungan sekitar. Namun, fungsi prefrontal dan kemampuan manusia untuk fokus sering menurun seiring berjalannya waktu.

    Ranganath mengatakan, multitasking atau mengerjakan banyak hal dalam waktu yang bersamaan dapat memperburuk keadaan. Sebab, kebiasaan multitasking dapat merusak memori dan membebani fungsi korteks prefrontal dan “menguras” sumber daya yang biasanya membantu manusia dalam membentuk ingatan yang kuat.

    “Cara meningkatkan daya ingat adalah atur ponsel menjadi mode fokus dan batasi waktu dalam jadwal Anda untuk tugas-tugas tertentu,” kata Ranganath.

    “Luangkan waktu istirahat untuk meditasi, melamun, berjalan-jalan di luar, atau melakukan aktivitas apapun untuk menyegarkan pikiran. Namun, lagi-lagi jangan lakukan semuanya secara sekaligus,” lanjutnya.

    Memiliki Kualitas Tidur yang Buruk

    Seiring bertambahnya usia, jumlah dan kualitas tidur manusia semakin menurun. Hal ini dapat menjadi salah satu faktor menurunnya fungsi otak.

    Saat manusia tidur, otak tetap bekerja keras, salah satunya membuang sisa metabolisme yang menumpuk sepanjang hari. Ranganath mengatakan, kurang tidur dapat berdampak buruk bagi korteks prefrontal.

    “Maka dari itu, cobalah untuk menghindari penggunaan ponsel secara berlebihan, mengonsumsi makanan berat, kafein, dan alkohol tepat sebelum waktu tidur,” uja Ranganath.

    “Jika Anda memiliki masalah mendengkur yang parah, pertimbangkan pengobatan apnea tidur. Jika Anda kurang tidur malam, tidur siang juga bisa membantu,” imbuhnya.

    Terlalu Percaya Diri

    Terlalu percaya diri dapat mengingat suatu hal dengan baik ternyata dapat menurunkan fungsi otak. Sebab, memaksakan diri untuk mengingat sesuatu yang diyakini tahu, padahal sebenarnya sudah lupa dapat “menyiksa” otak.

    Sebagai contoh, Anda percaya diri telah mengingat nama seseorang. Namun, Anda menjadi sangat bingung dan frustrasi karena ternyata tidak ingat dengan nama orang tersebut.

    “Maka dari itu, berilah diri Anda kesempatan untuk melakukan kesalahan. Daripada menghafal, lebih baik mengingat” kata Ranganath.

    “Misalnya, beberapa menit setelah Anda mempelajari sesuatu, cobalah menguji diri sendiri. Kemudian lakukan lagi satu jam kemudian. Semakin banyak Anda menghentikan upaya ini, semakin baik,” lanjutnya.

    Kegiatan Monoton

    Salah satu bentuk memori di dalam otak adalah episodik. Memori episodik adalah saat manusia mengingat peristiwa-peristiwa dengan menyatukan informasi tentang apa yang terjadi, kapan peristiwa itu terjadi, dan di mana peristiwa itu terjadi.

    Isyarat yang secara unik terkait dengan tempat dan waktu tertentu, seperti lagu yang belum pernah Anda dengar atau aroma masakan yang biasa dimasak orang tua dapat membangkitkan kenangan episodik yang jelas. Namun, ini hanya berfungsi jika Anda memiliki pengalaman yang dikaitkan dengan konteks yang relatif berbeda, bukan dengan pengalaman yang monoton.

    “Mungkin Anda hanya memiliki sedikit kenangan karena sibuk bekerja. Jadi, pertimbangkan untuk melakukan variasi baru dalam rutinitas Anda,” saran Ranganath.

    “Berjalan-jalan lah daripada hanya “nongkrong” di ruang makan. Lalu, habiskan waktu dengan banyak orang, pergi ke berbagai tempat, dan cobalah pengalaman baru demi memberikan peluang untuk membangun kenangan abadi,” lanjutnya.



    Artikel Selanjutnya


    Tak Selamanya Bahagia, Ini 3 Tahap Usai Dapat Rezeki Nomplok

    (dce)


    Berani sukses Smart your life
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Fitriana Herman

    Related Posts

    Jangan Sampai Hambat Anak Jadi Sukses, Orang Tua Haram Lakukan Ini

    25 Januari 2025

    Jangan Keliru! Nama Mobil Kijang Itu Singkatan, Ini Kepanjangannya

    25 Januari 2025

    6 Tempat Wisata Legend Ini Dulu Ramai, Kini Sepi Bak Kuburan

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.