Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Inspiring You»Jangan Anggap Sepele Insomnia, Bisa Tingkatkan Risiko Stroke!
    Inspiring You

    Jangan Anggap Sepele Insomnia, Bisa Tingkatkan Risiko Stroke!

    Fitriana HermanBy Fitriana Herman1 Maret 2024Updated:1 Maret 2024Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email


    Jakarta, Dexpert.co.id – Sulit tidur seakan menjadi kebiasaan yang sulit untuk dihilangkan, terutama bagi orang dewasa. Padahal, kebiasaan yang bisa menyebabkan berkurangnya waktu tidur ini harus dihilangkan karena dapat meningkatkan risiko penyakit stroke.


    ADVERTISEMENT


    SCROLL TO RESUME CONTENT

    Melansir dari WebMD, sebuah jurnal yang diterbitkan Neurology menemukan bahwa insomnia dapat menyebabkan peningkatan risiko stroke. Sebagai informasi, insomnia adalah jenis gangguan tidur yang ditandai dengan seseorang mengalami kesulitan atau tidak bisa tidur.

    Para peneliti menemukan bahwa orang yang mengalami lima hingga delapan gejala insomnia memiliki risiko stroke 51 persen lebih tinggi daripada orang yang tidak mengalami insomnia. Sementara itu, orang dengan satu hingga empat gejala insomnia memiliki risiko stoke 16 persen lebih tinggi.

    Penulis utama studi dan epidemiologi, Wendemi Sawadogo mengatakan bahwa setiap orang wajib mengenali masalah tidur yang dialami sejak awal agar dapat menghindari risiko stroke. Ia mengatakan, stroke akibat masalah tidur dapat dicegah dengan melakukan sejumlah terapi.

    “Ada banyak terapi yang dapat membantu orang meningkatkan kualitas tidurnya,” kata Sawadogo, dikutip Jumat (1/3/2024).

    “Mengetahui masalah tidur mana yang memicu risiko stroke dapat memungkinkan seseorang untuk melakukan perawatan atau terapi lebih awal sehingga bisa mengurangi risiko stroke di masa depan,” kata peneliti di Virginia Commonwealth University di Richmond tersebut.

    Menurut direktur Pusat Pengobatan Sirkadian dan Tidur di Feinberg School of Medicine di Northwestern University, Phyllis Zee, ritme tidur yang buruk dapat mengganggu metabolisme dan tekanan darah, serta menyebabkan peradangan pemicu stroke.

    “Tidur yang buruk dapat mengganggu penurunan tekanan darah alami yang terjadi selama tidur malam dan berkontribusi terhadap hipertensi, yaitu faktor risiko utama stroke dan penyakit kardiovaskular,” kata Zee.

    Sebagai informasi, stroke adalah salah satu penyebab kematian tertinggi di dunia, termasuk Indonesia. Stroke merupakan kondisi ketika pasokan darah ke otak mengalami pengurangan dan gangguan akibat penyumbatan (stroke iskemik) atau pecahnya pembuluh darah (stroke hemoragik).

    Menurut laman resmi Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), sekitar 15 juta orang di dunia mengalami stroke setiap tahunnya. Dari jumlah tersebut, 5 juta di antaranya meninggal dunia dan 5 juta orang lainnya mengalami cacat permanen akibat serangan stroke.


    Artikel Selanjutnya


    Ini Efek Ngeri & 5 Tips Cegah Kurang Tidur Bagi Orang Dewasa

    (Sumber: CNBC.com )


    Berani sukses Smart your life
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Fitriana Herman

    Related Posts

    Jangan Sampai Hambat Anak Jadi Sukses, Orang Tua Haram Lakukan Ini

    25 Januari 2025

    Jangan Keliru! Nama Mobil Kijang Itu Singkatan, Ini Kepanjangannya

    25 Januari 2025

    6 Tempat Wisata Legend Ini Dulu Ramai, Kini Sepi Bak Kuburan

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.