Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Inspiring You»Israel Ternyata Simpan Harta Karun Nabi Sulaiman, Ini Isinya
    Inspiring You

    Israel Ternyata Simpan Harta Karun Nabi Sulaiman, Ini Isinya

    Fitriana HermanBy Fitriana Herman6 November 2023Updated:6 November 2023Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    Jakarta, CNBC Indonesia – Sulaiman Ibnu Daud, menurut Al-Qur’an, adalah seorang raja dan nabi. Secara umum, tradisi Islam menyatakan bahwa ia adalah raja ketiga Israel dan penguasa yang bijaksana.

    Dalam ajaran Yahudi, Nabi Sulaiman dikenal dengan nama Raja Solomon, putra Raja Daud. 

    Kekayaan yang dimiliki Raja Sulaiman membuat banyak orang percaya bahwa ada harta karun besar yang tersembunyi di suatu tempat, menunggu untuk ditemukan.


    ADVERTISEMENT


    SCROLL TO RESUME CONTENT

    Pada 2012, tim arkeolog Israel berhasil menemukan jejak peninggalan Raja Solomon berupa guci saat penggalian di kawasan Ophel, Jerusalem. Meski ‘harta karun’ tersebut ditemukan 11 tahun lalu, para arkeolog baru mampu memecahkan teka-teki di baliknya pada 2023 ini. Arkeolog dari Universitas Ibrani Yerusalem, Daniel Vainstub, berhasil memecahkan arti kata yang terukir di pecahan leher guci peninggalan pemerintahan Raja Sulaiman di Israel Kuno.

    Selama sepuluh tahun terakhir, lebih dari 10 peneliti telah mengusulkan arti dari kata yang terukir di leher guci, namun tak pernah ada konsensus. Melansir dari Live Science, melalui studi yang dipublikasikan Jerusalem Journal of Archaeology, Dr. Daniel mengungkapkan bahwa kata yang diukir di leher kendi memiliki arti “Ladanium 5.”

    “Ladanium 5” adalah kata yang merujuk pada getah tanaman aromatik yang digunakan untuk membuat dupa atau kemenyan, yakni Labdanum atau Cistus Ladanifer.

    Dia mengatakan bahwa tulisan tersebut diukir menggunakan aksara Arab Selatan Kuno dalam bahasa Sabaean. Umumnya, bahasa Sabaean digunakan pada zaman Alkitab di Semenanjung Arab, tepatnya Kerajaan Sheba yang kini menjadi Yaman.

    Tulisan ini pun diyakini para arkeolog sebagai tulisan tertua yang ditulis menggunakan aksara Arab Selatan Kuno yang ditemukan di Israel.

    Selain pecahan guci “Ladanium 5”, para ahli juga menemukan enam kendi besar lain saat ekskavasi atau penggalian benda purbakala pada 2012 di Ophel, Jerusalem, Israel. Diduga, potongan kendi ini berasal dari abad ke-10 Sebelum Masehi (SM).

    Dalam laporan penelitiannya, peneliti menganggap bahwa kendi-kendi tersebut adalah tanda “hubungan yang jelas” antara Raja Salman dan Kerajaan Sheba.

    Menurut penelitian tersebut, Kerajaan Sheba berperan penting dalam membudidayakan tanaman yang dibutuhkan untuk memproduksi parfum dan dupa.

    Sementara itu di saat yang sama, Kerajaan Sulaiman mengontrol rute perdagangan yang melintasi gurun Negev menuju dermaga Mediterania, yakni tempat barang-barang diekspor.

    “Menguraikan prasasti di guci ini mengajarkan kita tidak hanya tentang kehadiran seorang penutur Sabaean di Israel pada masa Raja Sulaiman, tetapi juga tentang sistem hubungan geopolitik di wilayah kita pada waktu itu,” tutur Daniel Vainstub.



    Artikel Selanjutnya


    Model Palestina Gigi Hadid Buka Suara Soal Konflik Israel

    (hsy/hsy)


    Selalu Semangat True Success
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Fitriana Herman

    Related Posts

    Jangan Sampai Hambat Anak Jadi Sukses, Orang Tua Haram Lakukan Ini

    25 Januari 2025

    Jangan Keliru! Nama Mobil Kijang Itu Singkatan, Ini Kepanjangannya

    25 Januari 2025

    6 Tempat Wisata Legend Ini Dulu Ramai, Kini Sepi Bak Kuburan

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.