Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Inspiring You»Ikuti Arahan Prabowo, Menkes Soroti Bocil Kebanyakan Konsumsi Gula
    Inspiring You

    Ikuti Arahan Prabowo, Menkes Soroti Bocil Kebanyakan Konsumsi Gula

    Fitriana HermanBy Fitriana Herman16 Agustus 2024Updated:16 Agustus 2024Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email




    JakartaDexpert.co.id – Menteri Kesehatan (Menkes RI), Budi Gunadi Sadikin mengungkapkan bahwa anak-anak di Indonesia mulai ditargetkan untuk melakukan skrining kesehatan karena terlalu banyak mengonsumsi gula. Ini sesuai dengan arahan Presiden dan Wakil Presiden RI terpilih, yakni Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka.

    Budi mengungkapkan bahwa program Asta Cita yang diusung oleh Prabowo berfokus pada preventif alias pencegahan penyakit melalui skrining yang mencakup seluruh kelompok usia, termasuk anak-anak.

    Dalam paparannya, menteri yang kerap disapa BGS itu menyinggung soal kebiasaan para bocil di Tanah Air yang terlalu banyak mengonsumsi gula sehingga risiko mengidap diabetes hingga obesitas semakin tinggi. Maka dari itu, Kemenkes RI bakal melakukan preventif melalui tindakan skrining.

    “Anak-anak kita skrining sekarang. Skrining apa? Skrining jiwa karena ada banyak yang menjadi korban bullying (perundungan) gitu, kan? Nah, skrining jiwa,” papar BGS dalam Konferensi Pers RAPBN dan Nota Keuangan 2024 di Jakarta, Jumat (16/8/2024).

    “Anak-anak juga akan skrining obesitas karena banyak anak-anak kita yang kelebihan gula sejak kecil sehingga jumlah diabetes anak makin lama makin naik,” sambungnya

    Tak hanya anak-anak, Budi juga menegaskan bahwa program skrining ini juga akan ditujukan kepada kelompok bayi, dewasa, dan lanjut usia (lansia). Ia mengatakan, skrining adalah strategi kesehatan yang murah dan lebih unggul.

    “Skrining ini untuk menjaga agar masyarakat kita sehat, bukan hanya mengobati orang sakit. Ini adalah strategi kesehatan yang lebih murah dan lebih baik dari segi kualitas hidup,” ujar Budi.

    Sebelumnya, Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) mengungkapkan bahwa kasus diabetes tipe 1 pada anak usia 12-18 tahun di Indonesia sepanjang 2010-2023 mengalami kenaikan hingga 70 persen.

    Tak hanya diabetes tipe 1, angka kasus diabetes tipe 2 pada anak juga meroket akibat gaya hidup yang buruk. Menurut Ketua Umum IDAI, dr. Piprim Basarah Yanuarso, penyebab angka kasus diabetes tipe 2 pada anak meningkat disebabkan oleh gaya hidup yang buruk.

    “Kalau tipe 2 [meningkat] karena lifestyle. Tidak dipungkiri sekarang ini kejadian obesitas meningkat pada anak-anak. Sekitar 80 persen anak diabetes itu disertai obesitas,” kata dr. Piprim, dikutip Jumat (16/8/2024).

    “Ketika anak obesitas, ada hipertensi, ada resistensi insulin. Nanti larinya bisa ke mana-mana. Ini salah satu penyakit karena gaya hidup yang buruk,” lanjutnya.

    (hsy/hsy)

    Saksikan video di bawah ini:

    Laris Manis Bisnis Klink Kecantikan Kekinian Saat Daya Beli Tertekan





    Next Article



    Tips Meninggalkan Anak Sendiri di Rumah Tanpa Khawatir



    Never Give Up Selalu Semangat
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Fitriana Herman

    Related Posts

    Jangan Sampai Hambat Anak Jadi Sukses, Orang Tua Haram Lakukan Ini

    25 Januari 2025

    Jangan Keliru! Nama Mobil Kijang Itu Singkatan, Ini Kepanjangannya

    25 Januari 2025

    6 Tempat Wisata Legend Ini Dulu Ramai, Kini Sepi Bak Kuburan

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.