Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Inspiring You»Hobi Rebahan Bisa Picu Kanker Pankreas, Dokter Bilang Gini
    Inspiring You

    Hobi Rebahan Bisa Picu Kanker Pankreas, Dokter Bilang Gini

    Fitriana HermanBy Fitriana Herman10 Januari 2024Updated:10 Januari 2024Tidak ada komentar3 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email


    Jakarta, Dexpert.co.id – Beberapa waktu belakangan ini, penyakit kanker pankreas yang menjadi penyebab mantan Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman (Menko Maritim), Rizal Ramli, meninggal dunia menjadi sorotan masyarakat Indonesia.

    Salah satu topik yang sering dibahas adalah fakor penyebab kanker pankreas. Ternyata, dokter mengungkapkan bahwa kebiasaan hobi rebahan, rajin ngemil, dan jarang melakukan aktivitas bisa memicu munculnya penyakit yang dijuluki silent killer ini.

    Dokter spesialis penyakit dalam subspesialis Konsultan Gastroenterologi dan Hepatologi, Prof. Dr. dr. Ari Fahrial Syam, mengatakan bahwa gaya hidup sedentary bisa memicu kanker pankreas, terutama bagi orang usia muda.


    ADVERTISEMENT


    SCROLL TO RESUME CONTENT

    Sebagai informasi, gaya hidup sedentary merujuk pada kegiatan yang dilakukan di luar waktu tidur berupa aktivitas fisik yang sangat minim dan menghasilkan sedikit kalori terbakar, yakni kurang dari satu metabolic equivalent.

    Selain gaya hidup sedentary, Prof. Ari mengatakan bahwa gaya hidup yang paling memengaruhi munculnya kanker pankreas adalah kebiasaan merokok, mengonsumsi alkohol, kurang beraktivitas, hingga sering mengonsumsi makanan mengandung tinggi lemak.

    “Terus terang saja, gaya hidup sedentary yang artinya tadi jarang bergerak, makan tinggi lemak, ini, kan, gaya tren di beberapa anak muda. Makan steak daging setengah matang, kemudian minum alkohol dan merokok itu seperti budaya. Ini dia berisiko untuk terjadi kanker pankreas,” jelas Prof. Ari dalam temu media daring Ikatan Dokter Indonesia (IDI), Jumat (5/1/2024).

    Prof. Ari menyebut, kanker pankreas umumnya ditemukan pada pasien yang berusia di atas 50 tahun. Namun, seseorang yang berusia muda usia muda juga bisa berisiko terjangkit kanker yang diidap oleh Rizal Ramli ini.

    “Apakah ini (kanker pankreas) bisa terjadi pada usia muda? Bisa. Umur 30 tahun, 40 tahun. Saya juga pernah ketemu pasien kanker pankreas usia 40 tahun,” ungkap Prof. Ari.

    Gejala Kanker Pankreas

    Prof. Ari mengatakan, kanker pankreas bisa terjadi tanpa ada gejala tertentu. Biasanya, gejala baru muncul ketika kanker sudah memasuki stadium akhir.

    “Kalau sudah bergejala [artiya] sudah terlambat. Ketika pasien matanya kuning, berat badan turun, artinya sudah kanker pankreas, telat,” ujar Prof. Ari.

    Prof Ari menyebutkan, gejala umum kanker pankreas adalah mata menguning, berat badan turun secara drastis, gatal, nyeri, mual, muntah, diare, serta nyeri ulu hati.

    Menurutnya, sebagian besar kasus kanker pankreas terlambat diketahui karena pasien mengira bahwa nyeri ulu hati yang dialami dipicu oleh penyakit maag atau GERD.

    “Jangan abaikan, dari dulu nyeri ulu hati selalu dianggap sebagai sakit maag. Sekali lagi jangan anggap remeh nyeri ulu hati, meski kecil kemungkinannya, jangan-jangan nyeri ulu hati anda ada kaitannya dengan kanker pankreas,” tegas Prof. Ari.

    Sebagai informasi, kanker pankreas adalah jenis kanker yang dimulai dengan pertumbuhan sel-sel di pankreas.

    Pankreas adalah organ yang berfungsi untuk memproduksi enzim yang membantu mencerna makanan dan hormon untuk mengatur gula darah. Organ yang bentuknya memanjang ini terletak di belakang lambung bagian bawah.


    Artikel Selanjutnya


    Potret Warga Berebut Juara ‘Termalas’ di Montenegro

    (hsy/hsy)


    Selalu Semangat True Success
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Fitriana Herman

    Related Posts

    Jangan Sampai Hambat Anak Jadi Sukses, Orang Tua Haram Lakukan Ini

    25 Januari 2025

    Jangan Keliru! Nama Mobil Kijang Itu Singkatan, Ini Kepanjangannya

    25 Januari 2025

    6 Tempat Wisata Legend Ini Dulu Ramai, Kini Sepi Bak Kuburan

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.