Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Inspiring You»Gimana Respons Orang Belanda Saat Ketemu Kuntilanak? Ini Penjelasannya
    Inspiring You

    Gimana Respons Orang Belanda Saat Ketemu Kuntilanak? Ini Penjelasannya

    Fitriana HermanBy Fitriana Herman26 April 2024Updated:26 April 2024Tidak ada komentar3 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email


    Jakarta, Dexpert.co.id – Sudah bukan hal baru lagi bahwa masyarakat Indonesia tidak asing dengan cerita hantu Nusantara, seperti pocong, kuntilanak dan tuyul.
    Salah satu hantu yang paling familiar adalah kuntilanak atau dalam bahasa lain disebut juga Pontianak.

    Kuntilanak biasanya digambarkan sebagai sosok perempuan berbaju putih, berambut panjang, dan sering tertawa nyaring. Mayoritas orang yang pernah melihat sosok hantu tersebut sudah pasti akan ketakutan.

    Namun, apa jadinya jika orang bule dipertemukan oleh hantu tersebut? Apakah akan mengeluarkan respon serupa atau biasa saja?


    ADVERTISEMENT


    SCROLL TO RESUME CONTENT

    Salah satu pertemuan orang bule dengan kuntilanak dikisahkan oleh perempuan Belanda bernama Augusta de Wit. Dia bertemu langsung kuntilanak saat berkunjung ke Jawa pada 1894 dan menceritakan pengalamannya itu dalam Java, Fact and Fancies.

    Dia pertama kali melihat sosok kuntilanak sedang duduk di dahan pohon sembari tertawa nyaring. Suara nyaring itu, kata de Wit, sangat memecah keheningan. Dan saat melihat wajahnya, de Wit bersaksi kalau kuntilanak sangat cantik.

    “Rupa wajahnya lebih cantik dari pengantin dewi cinta,” tulis de Wit.

    Namun, kuntilanak itu tak cuma berdiam diri sambil tertawa saja, tetapi juga memangsa para pria. Ini dilakukannya sebagai cara untuk merasakan cinta yang selama ini terpendam. Sebab, kata de Wit, eksistensi kuntilanak berasal dari jiwa perawan yang tidak pernah dicium oleh kekasihnya.

    “Dan dia tidak bisa beristirahat karena dia tidak pernah mengenal cinta. Dan dia akan memenangkannya meski sekarang bukan dalam kebaikan, tetapi dalam kedengkian yang mematikan,” ungkap perempuan Belanda itu.

    Cara kuntilanak memangsa pria adalah lewat nyanyian. Di dahan pohon, kuntilanak sering bernyanyi lembut sembari menyisir rambut panjang.

    Biasanya, aktivitas ini bertujuan untuk memancing seorang pria muda terpesona hingga berani memeluknya. Dan ketika kuntilanak melancarkan aksinya, pria muda yang melihatnya langsung terbutakan hingga berani memeluknya.

    “Tapi, saat dia (pria muda) memeluknya, dia merasakan luka menganga di punggungnya yang ternyata disembunyikan di balik rambut panjang,” tutur de Wit.

    Ketika itu terjadi maka tamatlah riwayat pria muda itu. De Wit mengisahkan pria muda itu tak bisa lepas dari jeratan pelukan kuntilanak. Di tengah ketakutan, kuntilanak menyumpahi pria itu agar mati.

    Maka, sebelum malam berganti, pria muda itu langsung meninggal. Namun, de Wit juga mengungkap jurus selamat dari pelukan maut kuntilanak.

    “Jika cerdik dan berani, dia akan mencabut sehelai rambut kuntilanak. Jika berhasil, dia tidak mati, tetapi hidup sampai usia lanjut, kaya, terhormat dan bahagia,” katanya.

    Bahkan, berkat keberanian itu, ada pria muda yang kelak menjadi suami dari putri raja dan ayah dari para pangeran.



    Artikel Selanjutnya


    10 Negara Paling Religius di Dunia, Nomor 1 Bukan Indonesia

    (mfa/miq)


    Never Give Up True Success
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Fitriana Herman

    Related Posts

    Jangan Sampai Hambat Anak Jadi Sukses, Orang Tua Haram Lakukan Ini

    25 Januari 2025

    Jangan Keliru! Nama Mobil Kijang Itu Singkatan, Ini Kepanjangannya

    25 Januari 2025

    6 Tempat Wisata Legend Ini Dulu Ramai, Kini Sepi Bak Kuburan

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.