Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Inspiring You»Gejala Covid-19 varian XEC, Biang Kerok Lonjakan Kasus Baru
    Inspiring You

    Gejala Covid-19 varian XEC, Biang Kerok Lonjakan Kasus Baru

    Fitriana HermanBy Fitriana Herman19 September 2024Updated:19 September 2024Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email




    JakartaDexpert.co.id – Mutasi virus Covid-19 masih terus terjadi meskipun status pandemi telah lama dicabut. Terbaru, para ilmuwan memperingatkan varian Covid-19 terbaru, XEC yang diklaim lebih cepat menular, menyebar, dan diprediksi bakal menjadi dominan. Lantas, apa saja gejalanya?

    Melansir dari BBC International, varian Covid-19 XEC yang disebut merupakan turunan Omicron pertama kali diidentifikasi di Jerman pada Juni 2024 lalu dan mulai muncul di Inggris, Amerika Serikat (AS), Denmark, dan beberapa negara lainnya.

    Direktur Scripps Research Translational Institute di California AS, Eric Topol mengatakan bahwa Covid-19 varian XEC “baru saja dimulai” dan diprediksi bakal menciptakan gelombang kasus baru.

    “Itu membutuhkan waktu berminggu-minggu hingga beberapa bulan sebelum benar-benar menguasai dan mulai menimbulkan gelombang. XEC pasti akan mengambil alih,” kata Topol, dikutip Kamis (19/9/2024).

    “Namun butuh waktu berbulan-bulan untuk mencapai tingkat tinggi,” sambungnya.

    Lantas, bagaimanakah gejala Covid-19 varian XEC?

    Menurut para ahli, gejala Covid-19 varian XEC hampir serupa dengan gejala pilek atau flu, yakni.

    1. Demam tinggi

    2. Nyeri tubuh

    3. Kelelahan

    4. Batuk atau sakit tenggorokan

    Sebagai informasi, analis data Covid-19, Mike Honey mengungkapkan bahwa varian XEC mengalami pertumbuhan jumlah kasus yang signifikan di Denmark dan Jerman. Namun, tingkat pengujian rutin yang lebih rendah dari sebelumnya membuat sulit untuk mendeteksi seberapa banyak kasus Covid-19 yang ada.

    Wakil Direktur UK Health Security Agency (UKHSA), Dr. Gayatri Amirthalingam mengatakan bahwa saat ini pihaknya masih terus memantau seluruh informasi terkait varian Covid yang muncul di Inggris dan dunia. Terlebih, Covid-19 kerap bermutasi setiap waktunya.

    “Merupakan hal yang normal dan diperkirakan virus akan berubah secara genetik seiring berjalannya waktu,” kata Dr. Amirthalingam.

    (hsy/hsy)

    Saksikan video di bawah ini:

    Video: Inovasi & Prospek Cuan Bisnis Vegan Body Care





    Next Article



    Gejala Virus Covid-19 Varian Baru FLiRT, Jangan Lengah!



    Berani sukses True Success
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Fitriana Herman

    Related Posts

    Jangan Sampai Hambat Anak Jadi Sukses, Orang Tua Haram Lakukan Ini

    25 Januari 2025

    Jangan Keliru! Nama Mobil Kijang Itu Singkatan, Ini Kepanjangannya

    25 Januari 2025

    6 Tempat Wisata Legend Ini Dulu Ramai, Kini Sepi Bak Kuburan

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.