Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Inspiring You»Geger! Setelah 30 Tahun Mati Jasad Orang Ini Malah Dinikahkan
    Inspiring You

    Geger! Setelah 30 Tahun Mati Jasad Orang Ini Malah Dinikahkan

    Fitriana HermanBy Fitriana Herman7 Juni 2023Updated:7 Juni 2023Tidak ada komentar3 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    Jakarta, Dexpert.co.id  – Kamis, 28 Juli 2022 di pesisir Karnataka, India, digelar pesta pernikahan megah pasangan Chadappa dan Shobha.

    Berbagai makanan disajikan untuk memanjakan lidah para tamu. Pertunjukan adat tradisional juga ditampilkan sebagai hiburan. Suasana riuh semakin terasa saat keluarga bersiap melakukan ritual pernikahan ala Hindu. 

    Namun, pesta pernikahan itu berbeda dari biasanya. Jika sorotan di pesta mengarah pada pasangan pengantin, maka kali ini tidak. Sorotan justru terfokus pada boneka yang dibalut pakaian tradisional. Sebab, pasangan pengantin rupanya sudah meninggal sejak 30 tahun lalu. Dua boneka itulah yang lantas mewakilkan keberadaan pengantin.


    ADVERTISEMENT


    SCROLL TO RESUME CONTENT




    Foto: Pretha Kalyanam. (Tangkapan Layar/Twitter @Anny_Arun)

    Meski begitu, esensi dan ritual pernikahan tetap dilakukan. Para pemuka agama mengatur penyatuan dua insan sesuai adat istiadat. Pasangan pengantin masing-masing dikalungi bunga di lehernya, saling bertukar bunga, dan kemudian ditutup dengan makan siang di atas daun pisang. 

    Setelah acara benar-benar selesai, kedua pengantin dan keluarga berpamitan. Boneka itu lantas disimpan di bawah pohon.

    Dalam alam pikir modernitas, peristiwa ini memang terkesan tidak masuk akal. Tetapi, inilah yang terjadi sesungguhnya di India, tepatnya di negara bagian Kerala dan Karnataka. Acara itu kemudian dikenal sebagai “Pretha Kalyanam” atau perkawinan orang mati.

    Mengutip media lokal India The News Minute, praktik ini lazim dilakukan oleh komunitas masyarakat yang berada di wilayah Nalkadaya, Mogeyar, dan Mavilan. Mereka melakukan ini sebagai ajang ritual tolak bala.

    Dalam pandangan mereka, mengutip The Times of India, individu yang meninggal sebelum usia 18 tahun memiliki jiwa yang masih mengembara dan mencari kedamaian. Pengembaraan ini terus berlangsung dan bisa membawa kesialan bagi anggota keluarga. Maka, salah satu cara untuk menghentikan proses itu adalah dengan melakukan praktik pernikahan meski individu sudah berwujud roh.

    Lebih lanjut, Vice menjelaskan pernikahan roh dimaksudkan untuk menuntaskan fase hidup, sehingga para roh tidak lagi mengganggu saudaranya yang masih hidup.

    Sejalan dengan itu, peneliti Sreelakshmi kepada The News Minute juga menyebut praktik ini sebagai cara “menyenangkan” para roh yang meninggal terlebih dahulu sebelum banyak merasakan kesenangan duniawi. 

    Sebenarnya, praktik Pretha Kalyanam sudah jarang dilakukan. Sebelum kasus Chadappa dan Shobha, pernikahan terakhir terjadi tahun 2017 melibatkan pasangan Sukanya dan Ramesh. 

    Setidaknya, mengutip Vice, ada dua alasan logis dibalik pudarnya praktik ini. 

    Pertama, karena menurunnya angka kematian bayi. Memang, keberadaan praktik Pretha Kalyanam tidak terlepas dari banyaknya jumlah bayi yang meninggal. Semakin banyak, jelas praktik itu bakal tumbuh subur dan sering dilakukan.

    Mengacu pada data yang dipublikasikan pemerintah Kerala, berkat upaya perbaikan sektor pendidikan dan kesehatan, angka kematian bayi di sana kini sangat rendah berkisar 12 dari 1.000 kelahiran. Praktis, praktik itu sudah jarang dilakukan.

    Kedua, masih berkaitan dengan perbaikan sektor pendidikan dan kesehatan oleh pemerintah setempat. Keberhasilan otoritas melakukan perbaikan di dua sektor tersebut semakin mencerahkan dan membukakan mata masyarakat bahwa praktik itu sebetulnya tidak logis dan kental takhayul. 

    Alhasil, dengan tercerahkannya pengetahuan masyarakat, maka logis apabila praktik itu mulai ditinggalkan. 

    (mfa/mfa)


    Berani sukses Smart your life
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Fitriana Herman

    Related Posts

    Jangan Sampai Hambat Anak Jadi Sukses, Orang Tua Haram Lakukan Ini

    25 Januari 2025

    Jangan Keliru! Nama Mobil Kijang Itu Singkatan, Ini Kepanjangannya

    25 Januari 2025

    6 Tempat Wisata Legend Ini Dulu Ramai, Kini Sepi Bak Kuburan

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.