Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Inspiring You»Frustasi Cari Kerja, Pengguna LinkedIn Kompak Pakai Label #Desperate
    Inspiring You

    Frustasi Cari Kerja, Pengguna LinkedIn Kompak Pakai Label #Desperate

    Fitriana HermanBy Fitriana Herman4 Oktober 2024Updated:4 Oktober 2024Tidak ada komentar3 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email




    JakartaDexpert.co.id – Seorang desainer grafis asal Inggris viral di media sosial usai memasang label tagar “#Desperate” pada bingkai foto akun LinkedIn pribadinya sebagai pengganti “Open to Work”. Tagar yang berawal dari keputusasaan pribadi ini pun mulai diikuti oleh para pencari kerja.

    Melansir dari Fortune, Courtney Summer Myers (28) adalah desainer grafis alumni Plymouth University yang pertama kali meluncurkan bingkai foto #Desperate berwarna ungu cerah pada LinkedIn. Ide itu dilakukan Myers akibat frustasi usai diberhentikan untuk yang kedua kalinya selama enam tahun dan lelah tak kunjung mendapatkan kerja meskipun telah melamar sekitar 30 pekerjaan sehari dalam 10 bulan.

    Sebagai informasi, para pengguna LinkedIn dapat memasang label atau bingkai foto “Open to Work” yang disediakan LinkedIn jika sedang mencari pekerjaan dan “Hiring” jika membuka lowongan pekerjaan.

    “LinkedIn adalah platform yang dibuat untuk berjejaring dan terhubung dengan orang lain. Kami melakukannya karena itu akan membantu dalam beberapa hal,” kata Myers, dikutip Jumat (4/10/2024).

    Label “desperate” milik Myers pun menarik perhatian para pengguna LinkedIn. Dilaporkan, postingan Myers yang membagikan label #Desperate telah disukai lebih dari 338 ribu pengguna dan meraup lebih dari tujuh ribu komentar.

    Tak hanya mengundang berbagai respons dukungan dan kecaman, label #Desperate milik Myers pun turut digunakan oleh para pencari kerja lainnya yang bernasib serupa, salah satunya adalah Hanna McFadyen (22).

    McFadyen adalah ilustrator dan desainer asal Skotlandia yang memasang label #Desperate pada akun LinkedIn-nya akibat lelah melamar 20 lowongan kerja setiap harinya usai meninggalkan pekerjaan jarak jauh pada April 2024 lalu.

    Ia mengaku, sebagian besar lamarannya tak pernah direspons oleh rekruter. Sekalipun mendapat tanggapan, McFadyen hanya dipuji terkait karyanya dan tak pernah ditawari pekerjaan. Bahkan, McFadyen sering diinformasikan oleh rekruter bahwa ia kalah saing dengan kandidat lain yang lebih berpengalaman.

    “Kami masih cukup percaya diri untuk memberi tahu para rekruter bahwa ‘Dengar, kami tahu kami putus asa. Namun kami tidak akan bisa dipermainkan karena label itu’,” kata McFadyen

    Selain McFadyen, Elena Carballo (29) asal Barcelona, Spanyol pun turut memasang label #Desperate melalui LinkedIn setelah kehilangan pekerjaan dari sebuah agensi pada 2023 lalu. Spesialis desain UX yang menjadi tulang punggung keluarga itu mengaku bahwa ia turut frustasi atas kondisi karier yang dialami.

    “Ketika melihat postingan Myers, saya merasa bahwa ia membaca pikiran saya,” kata Carballo.

    “LinkedIn dibuat untuk orang-orang mencari pekerjaan. Namun, tidak masuk akal jika perekrut tidak menghubungi saat Anda memasang label #OpenToWork,” sambungnya.

    Menanggapi fenomena #Desperate ini, ahli ketenagakerjaan menyebut bahwa label tersebut berpotensi merupakan tanda bahaya bagi para pekerja. Sebab, calon pemberi kerja dapat memanfaatkan momen “kepanikan” tersebut dengan memberikan gaji rendah.

    Selain itu, para pencari kerja yang putus asa pun disebut bakal cenderung melamar banyak pekerjaan hanya demi mendapatkan uang, bukan untuk bekerja di posisi yang benar-benar cocok.

    Namun, Myers tidak setuju atas pendapat tersebut dan menyampaikan bahwa label #Desperate hanya merupakan cara untuk memberi tahu perusahaan terkait ketersediaan seseorang untuk menerima pekerjaan baru, pekerjaan lepas, atau pekerjaan lainnya.

    “Jika saya duduk di sana dan berpura-pura semua baik-baik saja, bagaimana orang akan tahu bahwa saya butuh pekerjaan atau pekerjaan lepas? Orang tidak bisa memiliki kemampuan cenayang,” tegas Myers.

    “Mengapa malu dengan situasi yang telah memaksa Anda?” lanjutnya.

    (rns/rns)

    Saksikan video di bawah ini:

    Video: Parle Resto & Cafe, Level up Experience Kuliner Indonesia!

    Gaya Hidup Terkini Never Give Up
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Fitriana Herman

    Related Posts

    Jangan Sampai Hambat Anak Jadi Sukses, Orang Tua Haram Lakukan Ini

    25 Januari 2025

    Jangan Keliru! Nama Mobil Kijang Itu Singkatan, Ini Kepanjangannya

    25 Januari 2025

    6 Tempat Wisata Legend Ini Dulu Ramai, Kini Sepi Bak Kuburan

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.