Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Inspiring You»Fakta Lupus, Penyakit Autoimun Kronis yang Belum Ada Obatnya
    Inspiring You

    Fakta Lupus, Penyakit Autoimun Kronis yang Belum Ada Obatnya

    Fitriana HermanBy Fitriana Herman17 Maret 2023Updated:17 Maret 2023Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    Jakarta, Dexpert.co.id – Lupus adalah penyakit autoimun kronis yang menyebabkan peradangan di seluruh tubuh. Saat ini, belum ada obat pasti untuk mengatasi lupus. Dengan demikian, pengobatan untuk lupus berfokus untuk meredakan gejala dan mengurangi peradangan.

    Dilansir dari Healthline, sebuah jurnal yang dipublikasikan PubMed Central pada 2019, pengobatan lupus saat ini berfokus pada beberapa faktor, yakni mengobati gejala lupus, mencegah munculnya lupus, dan mengurangi jumlah kerusakan yang terjadi pada sendi dan organ.

    Dalam data yang dirilis oleh World Lupus Federation (WLF), tujuh dari sepuluh peserta menjawab bahwa lupus menghambat aktivitas sehari-hari.

    Lupus dikategorikan menjadi empat jenis, yakni lupus eritematosus sistemik, lupus kulit, lupus neonatus, dan lupus akibat obat. Berikut penjelasannya.

    1. Lupus Eritematosus Sistemik
    Systemic Lupus Erythematosus (SLE) adalah jenis lupus yang paling umum. SLE biasanya memengaruhi beberapa sistem organ tubuh, yakni ginjal, kulit, sendi, jantung, sistem saraf, dan paru-paru.

    2. Lupus Kulis
    Jenis lupus ini terjadi pada kulit yang dapat menyebabkan ruam dan lesi permanen dengan jaringan parut. Terdapat sejumlah jenis lupus kulit, yakni lupus kulit akut yang menyebabkan munculnya ruam merah di pipi dan hidung, lupus kulit subakut berupa ruam merah, terangkat, dan bersisik pada tubuh, dan lupus kulit kronis yang menyebabkan ruam ungu atau merah.

    3. Lupus Neonatus
    Lupus neonatus adalah kondisi yang sangat langka dan biasanya menyerang bayi yang orang tua kandungnya memiliki antibodi autoimun tertentu. Umumnya, antibodi autoimun ini ditularkan dari orang tua ke janin melalui plasenta.

    Gejala yang ditimbulkan lupus neonatus, seperti ruam kulit, jumlah sel darah rendah, dan masalah hati setelah lahir.

    4. Lupus Akibat Obat
    Penggunaan obat resep tertentu dapat menyebabkan lupus yang diinduksi obat (DIL). Riset menunjukkan bahwa DIL dapat berkembang melalui penggunaan obat resep tertentu dalam jangka panjang.

    Berikut gejala umum yang ditimbulkan akibat lupus menurut Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC).

    1. Demam tinggi
    2. Kelelahan
    3. Pegal-pegal
    4. Nyeri sendi
    5. Ruam, termasuk ruam kupu-kupu di wajah
    6. Lesi kulit
    7. Sesak napas
    8. Sindrom Sjogren yang meliputi mata kering kronis dan mulut kering
    9. Perikarditis dan pleuritis yang menyebabkan nyeri dada
    10. Sakit kepala
    11. Kebingungan
    12. Hilang ingatan
    13. Sendi bengkak
    14. Rambut rontok
    15. Masalah paru-paru, ginjal, atau saluran pencernaan

    Selain gejala-gejala di atas, gejala lupus dapat bergantung pada bagian tubuh yang terkena. Peradangan yang terlihat pada lupus dapat memengaruhi berbagai organ dan jaringan di tubuh, termasuk sendi, kulit, jantung, darah, paru-paru, otak, dan ginjal.


    ADVERTISEMENT


    SCROLL TO RESUME CONTENT


    Artikel Selanjutnya


    Obat Sirup Masih Ngeri, Bisakah Bawang Merah Jadi Alternatif?

    (Sumber: CNBC.com )


    Inspirasi Sukses Selalu Semangat
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Fitriana Herman

    Related Posts

    Jangan Sampai Hambat Anak Jadi Sukses, Orang Tua Haram Lakukan Ini

    25 Januari 2025

    Jangan Keliru! Nama Mobil Kijang Itu Singkatan, Ini Kepanjangannya

    25 Januari 2025

    6 Tempat Wisata Legend Ini Dulu Ramai, Kini Sepi Bak Kuburan

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.