Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Inspiring You»Eks Direktur WHO Ungkap 9 Alasan Mpox Sekarang Menyerang Anak
    Inspiring You

    Eks Direktur WHO Ungkap 9 Alasan Mpox Sekarang Menyerang Anak

    Fitriana HermanBy Fitriana Herman30 Agustus 2024Updated:30 Agustus 2024Tidak ada komentar3 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email




    JakartaDexpert.co.id – Saat ini penyebaran cacar monyet atau mpox mengkhawatirkan. Sebab penyakit akibat virus monkeypox ini disebut akan menjadi the next pandemi sehingga membuat masyarakat takut.

    Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) sendiri telah menetapkan mpox sebagai darurat kesehatan global atau public health emergency of international concern (PHEIC).

    Wabah ini dipicu oleh varian baru virus mpox, clade 1b, yang menimbulkan kekhawatiran global karena penyebarannya yang cepat dan minimnya informasi mengenai jenis ini. Penyakit ini menyebar melalui kontak dekat, termasuk kontak seksual.

    Penyebaran Mpox ini telah menyebar ke berbagai penjuru dunia selain Kongo, seperti Swedia, Thailand, Burundi, Kenya, Rwanda, dan Uganda.

    Tidak hanya kalangan dewasa, kasus penularan Mpox tetap bisa menyerang anak-anak. UNICEF menyampaikan lebih dari setengah kasus mpox dan hampir 80% kematian mpox Republik Demokratik Kongo terjadi pada anak.

    Di Burundi, hampir 60% kasus mpox adalah anak dan remaja di bawah 20 tahun, di mana 21% kasus berusia dibawah 5 tahun.

    Berikut adalah beberapa alasan kenapa kasus mpox banyak menyerang anak menurut Prof Tjandra Yoga Aditama selaku Direktur Pascasarjana Universitas YARSI yang juga mantan Direktur Penyakit Menular WHO Asia Tenggara.

    1. Karena clade 1b mpox sekarang ini ternyata menular pada berbagai kelompok umur, termasuk anak-anak.
    2. Kenyataan bahwa di beberapa negara Afrika memang sedang dilanda konflik dan juga munculnya pengungsi dengan berbagai masalahnya.
    3. Terjadinya kurang gizi pada sebagian anak di sana.
    4. Terjadinya berbagai penyakit lain yang juga melanda, yang tentu berpengaruh terhadap kemungkinan tertular mpox. Beberapa penyakit yang dihadapi di Afrika sekarang ini antara lain adalah kolera, polio, wabah campak di Burundi, dll.
    5. Ada juga faktor rendahnya angka cakupan imunisasi di beberapa negara Afrika itu.
    6. Keterbatasan fasilitas pelayanan kesehatan termasuk diagnosis dan pengobatannya.
    7. Relatif rendahnya kesadaran kesehatan masyarakat karena menghadapi berbagai masalah sosial lainnya dalam kehidupan sehari-hari.
    8. Anak-anak biasanya main ramai-ramai bersama yang memudahkan kontak langsung satu dengan lainnya.
    9. Kenyataan beberapa anak-anak tidur dan tempat tidur yang sama berdesakan di rumah yang relatif sempit disana, yang juga lebih memungkinkan kontak penularan terjadi.

    Menurut dia, negara Afrika seperti Kongo mulai mengkaji kemungkinan vaksinasi pada anak-anak dengan risiko tinggi di negaranya, bersama kegiatan pengendalian lainnya.

    “Tentu kita berharap agar mpox dapat dikendalikan di dunia, baik pada dewasa maupun anak-anak. Semoga rakyat dan bangsa kita -termasuk anak-anak- dapat terlindungi dari bahaya penyakit ini, dan untuk ini maka upaya yang terbaik perlu dilakukan,” katanya.

    (Sumber: CNBC.com )

    Saksikan video di bawah ini:

    Video: Dukung Industri Kosmetik Lokal, BPOM Siap Lakukan Ini




    Next Article



    Penyakit Cacar Monyet Muncul Lagi, Satu Pasien Meninggal



    Berani sukses True Success
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Fitriana Herman

    Related Posts

    Jangan Sampai Hambat Anak Jadi Sukses, Orang Tua Haram Lakukan Ini

    25 Januari 2025

    Jangan Keliru! Nama Mobil Kijang Itu Singkatan, Ini Kepanjangannya

    25 Januari 2025

    6 Tempat Wisata Legend Ini Dulu Ramai, Kini Sepi Bak Kuburan

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.