Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Inspiring You»Doyan Makan Daging Merah Bikin Diabetes? Ini Hasil Studinya
    Inspiring You

    Doyan Makan Daging Merah Bikin Diabetes? Ini Hasil Studinya

    Fitriana HermanBy Fitriana Herman21 Oktober 2023Updated:21 Oktober 2023Tidak ada komentar3 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    Jakarta, Dexpert.co.id – Sebuah studi besar baru yang dilakukan oleh para peneliti Harvard menunjukkan mengonsumsi dua porsi daging merah per minggu meningkatkan risiko terkena diabetes tipe 2 di kemudian hari. Ini merupakan hasil penelitian yang diterbitkan Kamis (19/10/2023) di American Journal of Clinical Nutrition.

    Para penulis mengatakan sekitar 462 juta orang di seluruh dunia terkena diabetes tipe 2, dan angka ini terus meningkat pesat. Penelitian hubungan daging merah dan risiko diabetes tipe 2 ini tidak baru, namun penulis penelitian terbaru ingin memperbaiki yang lama dengan menambahkan rincian tentang bagaimana diagnosis diabetes dipengaruhi oleh asupan daging merah dalam jangka waktu yang lama.

    Penelitian tersebut mengamati hubungan antara daging merah dan diabetes tipe 2 pada populasi berbeda di seluruh dunia. Para penulis mempelajari 216.695 orang yang telah berpartisipasi dalam Studi Kesehatan Perawat, Studi Kesehatan Perawat II dan Studi Tindak Lanjut Profesional Kesehatan, yang direkrut pada tahun 1976 hingga 1989.


    ADVERTISEMENT


    SCROLL TO RESUME CONTENT

    Pada periode selanjutnya, hampir 22.800 orang menderita diabetes tipe 2, dan mereka yang makan daging merah paling banyak memiliki risiko 62% lebih tinggi terkena penyakit ini, dibandingkan dengan orang yang makan paling sedikit.

    Menurut penelitian tersebut, mengonsumsi daging merah yang diproses atau tidak diolah dikaitkan dengan risiko diabetes tipe 2 lebih tinggi, yakni masing-masing sebesar 51% dan 40%.

    Sementara itu, profesor ilmu nutrisi dan pangan di University of Reading di Inggris Gunter Kuhnle berpendapat penelitian ini tidak membuktikan makan daging merah menyebabkan diabetes tipe 2. Dia tidak terlibat dalam penelitian ini.

    Namun para penulis penelitian ini mengatakan beberapa faktor biologis bisa memengaruhi hubungan antara daging merah dan diabetes tipe 2.

    Pertama, nilai lemak, yang tinggi dalam daging merah, telah ditemukan mengurangi sensitivitas insulin dan fungsi sel beta di pancreas. Selain itu, zat besi heme – jenis zat besi yang ditemukan dalam makanan hewani – dapat meningkatkan resistensi insulin, gangguan fungsi sel beta dan stres oksidatif, serta ketidakseimbangan radikal bebas dan antioksidan dalam tubuh.

    Peningkatan penggunaan asam amino glisin, yang secara alami terdapat pada sebagian besar protein, juga diamati setelah konsumsi daging merah dan dikaitkan dengan risiko diabetes.

    Kelebihan lemak tubuh adalah faktor risiko lain untuk diabetes, dan konsumsi daging merah adalah salah satu faktor makanan yang memiliki hubungan terbesar dengan penambahan berat badan, menurut penelitian tersebut.

    “Pencegahan diabetes penting karena penyakit ini sendiri merupakan beban serius, dan juga merupakan faktor risiko utama penyakit kardiovaskular dan ginjal, kanker, dan demensia,” kata salah satu penulis penelitian tersebut, Xiao Gu dikutip dari CNN International, Sabtu (21/10/2023).

    Berdasarkan temuan penelitian tersebut, Dr. Walter C. Willett mengatakan, membatasi konsumsi daging merah menjadi sekitar satu porsi per minggu adalah hal yang masuk akal bagi orang-orang yang ingin mengoptimalkan kesehatan dan kesejahteraan mereka. Willet merupakan penulis studi senior, profesor epidemiologi dan nutrisi di Harvard T.H. Chan School of Public Health.

    Gu menambahkan, memilih sumber protein nabati juga akan membantu mengurangi emisi gas rumah kaca dan perubahan iklim, serta manfaat lingkungan lainnya.



    Artikel Selanjutnya


    3 Kelompok Orang yang Paling Menderita saat Suhu Panas

    (dce)


    Selalu Semangat Smart your life
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Fitriana Herman

    Related Posts

    Jangan Sampai Hambat Anak Jadi Sukses, Orang Tua Haram Lakukan Ini

    25 Januari 2025

    Jangan Keliru! Nama Mobil Kijang Itu Singkatan, Ini Kepanjangannya

    25 Januari 2025

    6 Tempat Wisata Legend Ini Dulu Ramai, Kini Sepi Bak Kuburan

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.