Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Inspiring You»Dokter Ungkap Polusi Tertinggi Berasal dari Rumah, Kok Bisa?
    Inspiring You

    Dokter Ungkap Polusi Tertinggi Berasal dari Rumah, Kok Bisa?

    Fitriana HermanBy Fitriana Herman14 Agustus 2023Updated:14 Agustus 2023Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    Jakarta, Dexpert.co.id – Kualitas udara yang buruk akibat polusi menjadi sorotan utama masyarakat Indonesia dalam beberapa waktu belakangan ini. Akibat hal tersebut, tidak sedikit orang yang memutuskan untuk mengurangi aktivitas di luar ruangan.

    Namun, dokter spesialis jantung sekaligus Head of Clinical & Research AsaRen, dr. Arief Wibowo, mengungkapkan bahwa tingkat polusi udara tertinggi justru berasal dari dalam ruangan. Sebab, sirkulasi udara di dalam ruangan tidak berputar seperti di luar ruangan sehingga polutan lebih mudah ‘terjebak.’

    “Banyak orang yang menganggap kalau polusi lebih banyak di luar. Namun, berdasarkan data sebenarnya polusi yang paling tinggi itu ada di dalam ruangan. Kenapa? Karena enggak ada sirkulasi udara,” ujar dr. Arief kepada CNBC Indonesia di Jakarta, Senin (14/7/2023).


    ADVERTISEMENT


    SCROLL TO RESUME CONTENT

    “Sementara itu, sirkulasi udara di luar ruangan fluktuatif. [Sirkulasinya] tergantung dari angin dan semacamnya. Kalau dia (polusi udara) masuk ke dalam ruangan, polusi tersebut akan terjebak sehingga jadi lebih tinggi daripada di luar ruangan,” paparnya.

    Clinical & Scientific Lead AsaRen, dr. Meryl Kallman, mengungkapkan bahwa faktor penyebab tingginya tingkat polusi di dalam ruangan adalah kebiasaan sehari-hari di rumah tangga, seperti merokok dan penggunaan bahan bakar, termasuk kompor gas dan arang, untuk memasak. Selain itu, polutan juga bisa berasal dari debu dan mikroorganisme.

    “Selain merokok, polusi [di dalam ruangan] juga bisa muncul dari dapur, ya. Contohnya, kita pakai karbon, seperti arang untuk memasak. Lalu, kita juga ada melakukan pembakaran bahan bakar fosil untuk kebutuhan energi sehari-hari,” papar dr. Meryl dalam kesempatan yang sama.

    Dokter yang juga akrab disapa dr. Mimi ini mengatakan, polusi yang terdapat di dalam ruangan juga memiliki risiko yang tinggi terhadap kesehatan, seperti risiko gangguan saluran pernapasan hingga kardiovaskular (pembuluh darah dan jantung). Maka dari itu, penggunaan air purifier atau penjernih udara di dalam ruangan sangat direkomendasikan.

    “Penggunaan air purifier di dalam ruangan sangat direkomendasikan karena bisa menyaring polutan di udara, apalagi jika semua hal tersebut (polutan) berada di satu ruangan tanpa ventilasi,” kata dr. Mimi.

    Dalam menghadapi kondisi udara yang memburuk, dr. Mimi menyarankan setiap individu untuk rutin memeriksa Air Quality Index atau Indeks Kualitas Udara (AQI). Apabila nilai AQI tinggi, ia mengimbau masyarakat untuk rutin menggunakan masker.



    Artikel Selanjutnya


    Mandi Malam Bikin Rematik Mitos atau Fakta? Cek di Sini!

    (hsy/hsy)


    Gaya Hidup Terkini Smart your life
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Fitriana Herman

    Related Posts

    Jangan Sampai Hambat Anak Jadi Sukses, Orang Tua Haram Lakukan Ini

    25 Januari 2025

    Jangan Keliru! Nama Mobil Kijang Itu Singkatan, Ini Kepanjangannya

    25 Januari 2025

    6 Tempat Wisata Legend Ini Dulu Ramai, Kini Sepi Bak Kuburan

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.