Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Portofolio
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Inspiring You»Dokter Kandungan Kebanyakan Laki-laki? Ternyata Ini Alasannya
    Inspiring You

    Dokter Kandungan Kebanyakan Laki-laki? Ternyata Ini Alasannya

    Fitriana HermanBy Fitriana Herman4 Maret 2023Updated:5 Maret 2023Tidak ada komentar3 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    Jakarta, Dexpert.co.id – Tidak sedikit orang yang bertanya-tanya terkait alasan mengapa dokter spesialis kandungan atau spesialis obstetri dan ginekologi (obgyn) didominasi oleh laki-laki, padahal spesialis tersebut berkaitan dengan kesehatan reproduksi perempuan.

    SDr. Anita Mitra, seorang Ginekolog mengatakan, alat bedah termasuk untuk proses persalinan, umumnya dirancang untuk laki-laki karena memiliki pegangan yang besar dan dapat merepotkan untuk orang dengan tangan kecil. Orang bertangan kecil disebutnya adalah tangan perempuan.

    “Sejauh ini, saya belum menemukan perusahaan yang membuat alat bedah untuk tangan wanita yang kecil. Ketika saya memberi tahu ini, sepertinya akan mengejutkan orang,” kata Mitra dikutip dari Huffpost, Sabtu (4/3/2023).


    ADVERTISEMENT


    SCROLL TO RESUME CONTENT

    Selain itu, Mitra menyebutkan, data dari Royal College of Obstetrics and Gynaecology menunjukkan alasan sebagian besar dokter spesialis obstetri dan ginekologi adalah laki-laki. Disebutkan, menjelang akhir pendidikan, dokter, diminta untuk memilih spesialisasi. Menurut data, laki-laki cenderung memilih ginekologi, sementara wanita banyak yang memilih spesialisasi kebidanan (obstetri) yang fokus pada kehamilan, persalinan, dan masa nifas.

    “Ginekologi adalah spesialisasi bedah yang didominasi oleh laki-laki bila dibandingkan dengan obstetri. Hal tersebut karena ginekologi memiliki tantangan tersendiri,” ujar Mitra.

    “Pelatihan bedah bisa sangat intens dengan hari yang sangat panjang dan bisa menjadi rumit bila anda menjalaninya saat memiliki keluarga dan bekerja sambilan, ini tidak selalu mudah,” sambungnya.

    Menurut Mitra, perempuan juga masih menghadapi isu seksisme di tempat kerja. Meskipun telah mengalami sejumlah perubahan, isu ini juga masih terjadi di luar profesi medis.

    “Tapi syukurlah ada banyak ginekolog dan ahli bedah perempuan yang menginspirasi di luar sana. Jadi, jangan menunda bila itu adalah jalur karier yang ingin Anda jalani. Tidak ada yang tak mungkin,” katanya.

    Sementara itu, Dr. Xiavier Rusizana tidak menganggap gender berperan dalam profesi ginekologi. Ia menganggap, ada kemungkinan laki-laki memilih profesi ini memang karena ingin membuat perbedaan dan pilihan kariernya.

    “Beberapa laki-laki mungkin merasa tidak nyaman karenanya (profesi dokter kandungan). Pada akhirnya, orang-orang yang berprofesi sebagai dokter melakukan tugasnya dan semua sangat profesional. Orang biasanya terjun ke bidang yang menurut mereka dapat membuat perbedaan,” ujar Rusizana, dikutip dari The New Times Rwanda.

    “Laki-laki itu bisa saja memiliki ibu, saudara perempuan, bibi, sepupu, teman, istri, dan lainnya dengan masalah reproduksi yang dapat menginspirasi dia untuk menjadi seorang ginekolog. Ia ingin mencoba dan mencegah masalah tersebut terjadi,” sambungnya.

    Menurut Rusizana, semua dokter, pria atau wanita, pada akhirnya adalah profesional. Mereka tidak akan mundur hanya karena perbedaan gender dengan pasiennya.

    “Saya juga ingin mengatakan bahwa ginekolog laki-laki tidak ‘mundur’ saat memeriksa pasien perempuan. Mereka adalah para profesional yang menjadi dokter untuk membantu masyarakat,” pungkas Rusizana.

    (dce)


    Never Give Up Selalu Semangat
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Fitriana Herman

    Related Posts

    Jangan Sampai Hambat Anak Jadi Sukses, Orang Tua Haram Lakukan Ini

    25 Januari 2025

    Jangan Keliru! Nama Mobil Kijang Itu Singkatan, Ini Kepanjangannya

    25 Januari 2025

    6 Tempat Wisata Legend Ini Dulu Ramai, Kini Sepi Bak Kuburan

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.