Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Inspiring You»Catat 6 Cara Untuk Menjaga Agar Kadar Asam Urat Tetap Normal
    Inspiring You

    Catat 6 Cara Untuk Menjaga Agar Kadar Asam Urat Tetap Normal

    Fitriana HermanBy Fitriana Herman1 Maret 2023Updated:2 Maret 2023Tidak ada komentar3 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    Jakarta, Dexpert.co.id – Pada dasarnya, asam urat merupakan senyawa alami yang dihasilkan oleh tubuh. Meski demikian, saat kadar asam urat terlalu tinggi hal tersebut bisa memberi dampak buruk bagi kesehatan.

    Perlu diketahui, bahaya asam urat baru akan terlihat saat kadarnya sudah melewati batas normal. Saat kadar asam urat terlalu tinggi, bahaya mulai mengingati.

    Beberapa penyakit yang muncul saat kadar asam urat terlalu tinggi diantaranya adalah tophi, kerusakan sendi, batu ginjal hingga diabetes. Bahkan dalam kondisi yang lebih serius, asam urat bisa mengakibatkan penyumbatan di pembuluh darah dan menyebabkan penyakit jantung koroner.

    Asam urat yang tidak segera diatasi juga menyebabkan gangguan kesehatan lain seperti batu ginjal. Kadar asam urat dalam tubuh membentuk kristal yang menumpuk dan dapat berubah menjadi batu ginjal. Kondisi ini dapat mengakibatkan seseorang mengalami gangguan fungsi pada ginjal.

    Tidak hanya itu, saat kadar asam urat dalam tubuh sudah tidak terkontrol, maka dapat menyebabkan kerusakan sendi pada tubuh. Umumnya, kondisi ini muncul setelah kondisi tophi yang tidak segera diatasi.


    ADVERTISEMENT


    SCROLL TO RESUME CONTENT

    Berikut cara untuk menjaga kadar normal asam urat.

    1. Air Lemon

    Studi yang dipublikasikan BMJ Journal pada 2015 membuktikan minum jus dari dua buah lemon yang dicampur dua liter air setiap hari dapat mengurangi nyeri akibat peradangan asam urat dan menetralkan kadarnya. Hasil yang sama juga ditemukan di penelitian lain dari Science Direct tahun 2017 tentang manfaat mengonsumsi segelas air lemon segar selama enam minggu pada pengidap gout.

    2. Jus Ceri

    Jus ceri kaya akan vitamin C yang mendorong asam urat keluar melalui urine. Terlebih, efeknya lebih ringan dibandingkan dengan beberapa obat yang tersedia untuk serangan asam urat. Penelitian yang diterbitkan National Institute of Health pada Maret 2020 menyebut satu studi cross over kasus observasional konsumsi ceri dikaitkan dengan penurunan risiko serangan asam urat berulang.

    Namun perlu dicatat, jus ceri berpotensi meningkatkan risiko batu ginjal. Karena itu, pengidap gangguan ginjal harus berhati-hati jika ingin meminumnya.

    3. Diet Rendah Purin

    Asam urat punya korelasi kuat dengan purin. Saat Anda mengonsumsi makanan tinggi purin, kadar asam urat juga akan semakin tinggi. Diet rendah purin pun bisa menjadi solusi untuk membantu menjaga kadar asam urat agar tetap normal.

    4. Kopi

    Studi Analisis 152.634 subjek pada 2019 di Jepang melaporkan bahwa meminum segelas kopi setiap hari membantu menurunkan kadar asam urat dan mencegah risikonya. Namun, hal ini berlaku untuk kopi murni tanpa tambahan gula ataupun susu berlemak. Sebab, hidangan manis adalah salah satu pemicu tertinggi perkembangan asam urat.

    Jika menghilangkan nyeri asam urat dengan cepat di atas tidak memberi hasil yang signifikan, segera datang ke layanan medis terdekat untuk mendapat penanganan yang tepat. Bagi pengidap gout kronis, diperlukan perawatan jangka panjang untuk mencegah gejalanya berulang, seperti diet khusus atau konsumsi obat antiradang.

    5. Menjaga Berat Badan

    Obesitas bisa menjadi pintu masuknya berbagai macam penyakit berbahaya. Jika berat badan berlebih, mulailah untuk mengurangi asupan gula dan rajin berolahraga.

    Ubahlah menu makanan dan konsumsi makanan bergizi seimbang. Menjaga berat badan agar tetap ideal membutuhkan komitmen yang kuat. Namun setelah kebiasaan itu terbentuk, semua akan jadi lebih mudah.

    6. Olahraga

    Bukan hanya menjaga pola makan saja, olahraga juga harus dilakukan. Olahraga juga harus dilakukan dengan intensitas dan durasi yang tepat. Pada orang dewasa, sedikitnya olahraga dilakukan selama 150 menit dalam seminggu.

    Waktu 150 menit ini bisa Anda bagi ke dalam beberapa hari sesuai dengan kebutuhan. Jika ingin berolahraga setiap dua hari sekali atau 3-4 kali dalam seminggu, setiap kali berolahraga pastikan durasinya sekitar 50 menit.


    Artikel Selanjutnya


    Kenali 8 Pemicu Serangan Asam Urat, Bukan Cuma Bayam

    (Sumber: CNBC.com )


    Inspirasi Kamu Inspirasi Sukses
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Fitriana Herman

    Related Posts

    Jangan Sampai Hambat Anak Jadi Sukses, Orang Tua Haram Lakukan Ini

    25 Januari 2025

    Jangan Keliru! Nama Mobil Kijang Itu Singkatan, Ini Kepanjangannya

    25 Januari 2025

    6 Tempat Wisata Legend Ini Dulu Ramai, Kini Sepi Bak Kuburan

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.