Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Portofolio
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Inspiring You»Cash is King! Miliarder Sebut 5 Nasihat Ini Ketinggalan Zaman
    Inspiring You

    Cash is King! Miliarder Sebut 5 Nasihat Ini Ketinggalan Zaman

    Fitriana HermanBy Fitriana Herman25 Mei 2023Updated:25 Mei 2023Tidak ada komentar3 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    Jakarta, Dexpert.co.id – Matt Higgins, investor asal Amerika Serikat (AS) sekaligus CEO RSE Ventures, menyebut orang tua harus berhenti memberikan nasihat hidup yang buruk dan tidak relevan pada masa kini.

    Jauh sebelum sukses, Higgins banyak mengalami krisis hidup, mulai dari tumbuh dalam kemiskinan, putus sekolah, merawat ibunda yang cacat, hingga menahan dua pekerjaan sambil mendapatkan gelar sarjana dan hukum.

    “Sepanjang pencobaan dan perjalanan saya untuk menjadi jutawan mandiri, penulis terlaris, CEO, dan investor, satu-satunya kunci untuk berkembang adalah tidak bermain aman,” katanya, mengutip CNBC International, Kamis (25/5/2023).


    ADVERTISEMENT


    SCROLL TO RESUME CONTENT

    Lalu apa saja saran terburuk dan paling ketinggalan zaman yang harus diabaikan oleh kaum muda? Berikut penjelasannya menurut Higgins:

    1. Rencana Cadangan

    Sebuah studi Wharton menemukan bahwa hanya memikirkan tentang rencana cadangan dapat secara signifikan mengurangi kemungkinan terjadinya Rencana A, bersama dengan motivasi untuk mencoba.

    “Hanya ada beberapa hal yang dapat Anda hancurkan di usia 20-an yang tidak dapat Anda perbaiki di usia 30-an. Satu-satunya cara Anda memiliki kesempatan untuk menjadi sukses adalah dengan percaya bahwa Anda bisa, dan tidak khawatir tentang apa yang terjadi jika Anda gagal,” ujar Higgins.

    “Percayai kapasitas Anda untuk mencari tahu jika Rencana A tidak berhasil,” tambahnya.

    2. Kurangi Screen Time

    Komputer, tablet, atau pun ponsel adalah masa depan pekerjaan. Bermain video game selama 10 jam terus menerus mungkin tidak membantu, tetapi Higgins menyebut orang dapat mempelajari segala jenis keterampilan baru yang menguntungkan secara online.

    “Jika Anda ingin memulai usaha sampingan, menulis rencana bisnis, meluncurkan situs web, atau memasarkan produk atau layanan, sumber daya yang tepat ada di luar sana, dan seringkali dengan biaya rendah atau tanpa biaya sama sekali,” katanya.

    3. Tak Pusingkan Hal Remeh atau Kecil

    Higgins menyebut nasihat ini sebagian tidak benar. Meskipun kecemasan harus diatasi, tidak semua kecemasan itu bermasalah. Faktanya, penelitian menunjukkan, pengusaha paling sukses memanfaatkan kecemasan dan membuatnya bekerja untuk mereka.

    “Mereka mempertahankan apa yang disebut keadaan kecemasan optimal: keseimbangan antara memiliki kecemasan yang cukup untuk mengkatalisasi fokus dan meningkatkan kinerja tetapi tidak terlalu menghambat keunggulan,” jelasnya.

    4. Bekerja di Perusahaan Besar dan Stabil

    Orang tua biasanya memberikan saran bijak kepada anak untuk memulai karir di perusahaan besar seperti Facebook, Google, Lyft, Netflix, dan Disney. Tetapi bahkan perusahaan yang pernah menjanjikan karir selama 30 tahun kini menghadapi PHK besar-besaran.

    “Alih-alih menggunakan nama besar, pilihlah peran yang tepat. Pastikan bahwa minat dan keterampilan Anda sejalan dengan posisi yang Anda inginkan, meskipun itu di perusahaan rintisan kecil atau menengah,” ujarnya.

    Lebih baik lagi, gunakan keterampilan dan hasrat Anda untuk memulai bisnis, kata Higgins.

    “Ini mungkin terdengar gila, tetapi dengan fokus intens selama seminggu, Anda dapat menggunakan kecerdasan buatan untuk meluncurkan bisnis yang menghasilkan US$10.000 per bulan. Dan kemudian Anda tidak perlu khawatir tentang PHK,” tambahnya.

    5. Beli Rumah dan Menetap

    Terakhir, nasihat terpenting yang harus diketahui setiap anak muda: “uang tunai adalah raja”.

    Higgins menyebut hemat uang tunai dan pertahankan likuiditas sebanyak mungkin. “Jika itu berarti menyewa atau tinggal di rumah, tidak apa-apa. Pasar perumahan akan mengalami koreksi besar yang mungkin membutuhkan waktu bertahun-tahun untuk melepas lelah,” katanya.

    Dalam lingkungan inflasi yang tinggi, menyimpan uang tunai lebih penting daripada menumpuk hutang, imbuhnya.

    “Utang kartu kredit di antara orang berusia antara 18 dan 25 tahun juga berada pada tingkat tertinggi dibandingkan demografi usia lainnya, jadi berhati-hatilah dengan pengeluaran yang berlebihan,” pungkas Higgins.

    (dce)


    Never Give Up True Success
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Fitriana Herman

    Related Posts

    Jangan Sampai Hambat Anak Jadi Sukses, Orang Tua Haram Lakukan Ini

    25 Januari 2025

    Jangan Keliru! Nama Mobil Kijang Itu Singkatan, Ini Kepanjangannya

    25 Januari 2025

    6 Tempat Wisata Legend Ini Dulu Ramai, Kini Sepi Bak Kuburan

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.