Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Inspiring You»BMKG Ungkap Alasan Sudah Desember tapi Hujan Masih Langka
    Inspiring You

    BMKG Ungkap Alasan Sudah Desember tapi Hujan Masih Langka

    Fitriana HermanBy Fitriana Herman24 Desember 2023Updated:24 Desember 2023Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email


    Jakarta, Dexpert.co.id – Banyak masyarakat di Jabodetabek mengeluh dengan suhu yang terasa panas dan cuaca terik, padahal biasanya Desember identik dengan musim hujan.

    Bahkan suhu panas dan cuaca terik ini tidak hanya dirasakan warga Jabodetabek, melainkan hampir seluruh wilayah pulau Jawa.

    Lantas, apa penyebab suhu terasa panas padahal sudah masuk musim hujan?


    ADVERTISEMENT


    SCROLL TO RESUME CONTENT

    Menurut Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), kondisi suhu panas dan cuaca terik pada siang hari ternyata tidak hanya terjadi di Jabodetabek, tetapi juga di beberapa wilayah yang terletak di sekitar selatan ekuator.

    Berdasarkan unggahan di akun Instagram resmi (@infobmkg), BMKG menjelaskan bahwa aktivitas pola tekanan rendah di sekitar Laut China Selatan menyebabkan aliran massa udara basah ke arah selatan ekuator berkurang. Akibatnya, kandungan uap air menjadi sedikit di selatan ekuator, sehingga hujan masih langka.

    “Kandungan uap air yang sedikit di selatan ekuator menyebabkan kurangnya pertumbuhan awan hujan di wilayah Jawa – Nusa Tenggara sehingga sinar matahari secara intens langsung ke permukaan bumi di wilayah tersebut,” ungkap BMKG, dikutip Minggu (24/12/2023).

    Meskipun hampir seluruh wilayah Pulau Jawa dan Nusa Tenggara dilanda suhu panas dan cuaca terik, dalam sepekan terakhir hujan intensitas lebat masih terjadi di sebagian wilayah Sumatra Utara, Kalimantan Barat, Kalimantan Selatan, Sulawesi Tengah, dan Sulawesi Tenggara.

    “Penyebabnya adalah pola tekanan rendah di sekitar Laut China Selatan sehingga secara tidak langsung turut membentuk pola pertemuan serta belokan angin yang menyebabkan peningkatan pertumbuhan awan hujan di sekitar Sumatra, Kalimantan, dan Sulawesi,” jelas BMKG.

    Menurut BMKG, hujan intensitas sedang – lebat masih berpotensi terjadi di sebagian wilayah Sumatra, Kalimantan, Sulawesi, Maluku, dan Papua.

    Prediksi Kondisi Cuaca Setelah 23 Desember 2023

    Menurut BMKG, pola tekanan rendah di Laut China Selatan masih dapat berlangsung dalam tiga hingga empat hari ke depan.

    “Diprediksi cenderung melemah sehingga terjadi potensi peningkatan curah hujan di wilayah Jawa – Nusa Tenggara mulai 23 Desember 2023,” papar BMKG.

    Terakhir, BMKG mengimbau masyarakat untuk tetap berwaspada terhadap kemungkinan potensi cuaca ekstrem selama periode libur Natal dan Tahun Baru (Nataru).

    “Tetap waspada terhadap kemungkinan potensi cuaca ekstrem selama periode Nataru 2023/2024,” tegas BMKG.



    Artikel Selanjutnya


    Mengapa Cuaca Indonesia Panas Mendidih? Ini Jawaban BMKG

    (luc/luc)


    Inspirasi Kamu True Success
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Fitriana Herman

    Related Posts

    Jangan Sampai Hambat Anak Jadi Sukses, Orang Tua Haram Lakukan Ini

    25 Januari 2025

    Jangan Keliru! Nama Mobil Kijang Itu Singkatan, Ini Kepanjangannya

    25 Januari 2025

    6 Tempat Wisata Legend Ini Dulu Ramai, Kini Sepi Bak Kuburan

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.