Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Inspiring You»BGS Ungkap Hitung-hitungan RI Kekurangan 29 Ribu Dokter Spesialis
    Inspiring You

    BGS Ungkap Hitung-hitungan RI Kekurangan 29 Ribu Dokter Spesialis

    Fitriana HermanBy Fitriana Herman6 Mei 2024Updated:6 Mei 2024Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email


    Jakarta, Dexpert.co.id – Indonesia masih kekurangan 29 ribu dokter spesialis. Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengungkapkan hitung-hitungan di balik fakta tersebut saat menghadiri peluncuran Pendidikan Dokter Spesialis berbasis Rumah Sakit Pendidikan sebagai Penyelenggara Utama di halaman Rumah Sakit Anak dan Bunda Harapan Kita, Kota Jakarta Barat, Senin (6/5/2024).

    Mulanya, BGS mengatakan, selama 79 tahun Indonesia Merdeka, masih ada satu masalah yang tidak pernah bisa diselesaikan, yaitu distribusi dokter yang tidak merata.

    “Oleh karena itu, Kemenkes membuat kebijakan, kita melakukan rencana 15 tahun ke depan dengan bantuan IHME (The Institute for Health Metrics and Evaluation) yang ada di Seattle yang menghitung burden of disease di seluruh dunia yang membantu pemerintah UEA dan Singapura untuk menghitung kebutuhan dokter spesialis di level kabupaten/kota berdasarkan pola demografis dan pola epidemiologis,” katanya.

    Ia lantas mencontohkan, penghitungan terhadap Yogyakarta dan Bali berbeda. Sebab, populasi Yogyakarta dominan tua, sedangkan populasi dominan muda.

    “Itu sudah hitung, kita sudah selesai sehingga kita tahu kita memiliki 29 ribu gap dokter spesialis yang kita harus distribusi sampai level kabupaten/kota dan ini akan secara dinamis kita hitung,” ujar BGS.

    Dia pun mengatakan, Kemenkes memberikan afirmasi bagi semua dokter umum yang mau jadi dokter spesialis di daerah. Sekarang hampir sebagian besar dari lulusan dokter spesialis berasal dari kota.

    “Karena memang akses dokter spesialis dari daerah sulit sekali untuk lulus, masuk, dan diterima, persentasenya sangat kecil. Oleh karena itu, kita melakukan program afirmasi kebijakan kedua untuk rumah sakit pendidikan kalau kita mendidik afirmasinya diberikan kepada mereka,” kata BGS.

    Kebijakan ketiga, menurut dia, tidak lepas dari kebijakan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Azwar Anas. Sebab, semua lulusan dokter spesialis dari daerah-daerah tertinggal langsung diangkat menjadi pegawai negeri sipil.


    ADVERTISEMENT


    SCROLL TO RESUME CONTENT



    Artikel Selanjutnya


    Menkes Benarkan Covid-19 RI Naik Lagi, Ada 2.800 Kasus/Minggu

    (Sumber: CNBC.com )


    Ide Sukses Selalu Semangat
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Fitriana Herman

    Related Posts

    Jangan Sampai Hambat Anak Jadi Sukses, Orang Tua Haram Lakukan Ini

    25 Januari 2025

    Jangan Keliru! Nama Mobil Kijang Itu Singkatan, Ini Kepanjangannya

    25 Januari 2025

    6 Tempat Wisata Legend Ini Dulu Ramai, Kini Sepi Bak Kuburan

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.