Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Inspiring You»Bereskan Distribusi Alkes, RI Dapat Pinjaman Bank Dunia Rp 65,6 T
    Inspiring You

    Bereskan Distribusi Alkes, RI Dapat Pinjaman Bank Dunia Rp 65,6 T

    Fitriana HermanBy Fitriana Herman3 Juli 2024Updated:3 Juli 2024Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email




    Jakarta, Dexpert.co.id – Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengungkapkan pemerintah telah memperoleh pinjaman dari Bank Dunia sebesar US$ 4 miliar atau setara Rp 65,6 triliun pada akhir tahun lalu. Pinjaman itu ditujukan untuk menunjang pemerataan distribusi alat kesehatan di tanah air.

    Hal itu merupakan bagian dari program transformasi kesehatan yang dimulai sejak akhir 2022. Demikian disampaikan BGS, sapaan akrab Budi Gunadi Sadikin, dalam rapat kerja dengan Komisi IX DPR di ruang rapat Komisi IX DPR, Gedung DPR, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (3/7/2024).

    Dia mengatakan, kekurangan dokter spesialis dasar di Indonesia tidak lepas dari kekurangan alat kesehatan.

    “Nanti saya spesialis nggak bisa kerja, alatnya nggak disediain negara. Jadi supaya menutup lingkaran setannya kita tutup dulu alat-alatnya dan ini sudah disetujui oleh Bank Dunia di akhir 2023 Desember US$ 4 miliar kita akan tebar itu ke 10 ribu puskesmas, 85 ribu pustu, dan 514 kabupaten/kota untuk lima layanan utama,” kata BGS.

    Kelima layanan utama itu, menurut dia, dipilih karena tingkat kematiannya paling tinggi. Berikut datanya:

    a. Stroke: kematian 300 ribu per tahun
    b. Jantung: kematian 250 ribu per tahun
    c. Kanker: kematian 234 ribu per tahun
    d. Ginjal: kematian 200 ribu per tahun
    e. Ibu dan anak: kematian 100 ribuan per tahun.

    “Dan kita bagi-bagi layanan apa yang bisa dilakukan di kabupaten/kota, layanan apa yang bisa dilakukan di provinsi. Dari sisi alat kita akan bereskan paling lambat 2027. Jadi lima tahun sejak kita mulai bekerja melakukan transformasi kesehatan. Karena dari 2020 sampai 2022 waktunya kami habis menangani pandemi Covid-19,” ujar BGS.

    Kemenkes juga melakukan pemerataan layanan rujukan melalui optimalisasi jejaring RS nasional untuk penyakit prioritas ditargetkan mencapai 100% kabupaten/kota di 2027. Percepatan peningkatan cakupan pelayanan RS rujukan untuk penyakit prioritas dengan visi:

    34 provinsi memiliki minimal 1 RS tingkat paripurna/utama

    514 kabupaten/kota memiliki minimal 1 RS tingkat madya

    Saksikan video di bawah ini:

    K-Beauty Mulai Ditinggal, Simple Skincare Jadi Tren Baru





    Next Article



    Mental Health Jadi Prioritas Kemenkes, Sama Bahayanya seperti Kanker



    (Sumber: CNBC.com )

    Ide Sukses Selalu Semangat
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Fitriana Herman

    Related Posts

    Jangan Sampai Hambat Anak Jadi Sukses, Orang Tua Haram Lakukan Ini

    25 Januari 2025

    Jangan Keliru! Nama Mobil Kijang Itu Singkatan, Ini Kepanjangannya

    25 Januari 2025

    6 Tempat Wisata Legend Ini Dulu Ramai, Kini Sepi Bak Kuburan

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.