Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Portofolio
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Inspiring You»Benarkah Daging Antraks Aman Dimakan Setelah Direbus Sejam?
    Inspiring You

    Benarkah Daging Antraks Aman Dimakan Setelah Direbus Sejam?

    Fitriana HermanBy Fitriana Herman6 Juli 2023Updated:6 Juli 2023Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    Jakarta, Dexpert.co.id – Ada anggapan di masyarakat bahwa daging hewan ternak yang terkena bakteri antraks aman dikonsumsi apabila telah direbus lama minimal satu jam. Benarkah demikian?

    Direktur Kesehatan Masyarakat Veteriner Kementerian Pertanian (Kementan RI), Syamsul Ma’arif  menegaskan bahwa daging hewan ternak, seperti sapi, kambing, dan domba yang terpapar antraks tidak boleh dikonsumsi oleh masyarakat. Dia menyebutkan, daging yang terpapar antraks tidak boleh dikonsumsi karena penularan antraks dapat terjadi sangat cepat, bahkan saat daging dibuka.

    “Jangankan direbus, saat membuka saja sudah tidak boleh,” tegas Syamsul dalam konferensi pers daring, Kamis (6/7/2023).


    ADVERTISEMENT


    SCROLL TO RESUME CONTENT

    “Enggak boleh dibuka. Begitu dibuka, bakterinya langsung membuka spora yang bisa bertahan bertahun-tahun dengan suhu berapapun,” kata dia lagi.

    Syamsul mengatakan, perubahan iklim atau lingkungan dapat membuat antraks menjadi bersifat resisten terhadap kondisi lingkungan dan bahan kimia, serta bisa bertahan selama puluhan tahun di dalam tanah.

    “Begitu dia dibuka, perubahan iklim atau suasana, atau lingkungan, itu sudah langsung membentuk spora yang menahan dirinya dengan perlakuan fisik maupun kimiawi. Itu mereka tetap bisa bertahan,” kata Syamsul.

    Dalam kesempatan yang sama, Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular (P2PM) Kementerian Kesehatan (Kemenkes RI), dr. Imran Pambudi, mengatakan bahwa antraks yang berkontak dengan udara akan membentuk spora. Spora tersebut akan menjadi pelindung bagi antraks.

    “Bakteri penyebab Antraks ini bila kontrak dengan udara akan membentuk spora,” jelas dr. Imran.

    “Spora ini fungsinya sebagai pelindung sehingga bakteri yang ada di dalam spora akan sulit untuk mati. Ini bisa bertahan selama puluhan tahun di dalam tanah,” imbuhnya.

    Sebagai tambahan, penularan kasus antraks bisa terjadi melalui empat cara, tiga di antaranya adalah kontak dengan kulit, pencernaan, dan udara. Kasus yang paling membahayakan adalah melalui hirupan spora.

    “Spora itu begitu dihirup biasanya dalam waktu 24 jam sudah menyebabkan kematian. Beda kalau dengan konsumsi daging, itu masih bisa ada waktu kita melakukan penanganan pada manusianya,” terang Syamsul.

    Sebagai informasi, antraks merupakan penyakit zoonosis yang disebabkan oleh bakteri bacillus anthracis. Umumnya, penyakit ini menyerang hewan herbivora, seperti sapi, kambing, hingga domba dan dapat menular ke manusia.

    Hingga saat ini, Kemenkes telah mencatatkan 93 kasus positif antraks dan tiga kasus meninggal. Tiga korban meninggal berasal dari Kecamatan Semanu, Gunungkidul, DIY. Menurut Kemenkes, kasus penyebaran antraks berawal dari penyembelihan dan konsumsi daging hewan ternak yang terpapar.



    Artikel Selanjutnya


    Waspada! 4 Jenis Makanan Ini Bikin Kolesterol Tinggi

    (hsy/hsy)


    Inspirasi Kamu Never Give Up
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Fitriana Herman

    Related Posts

    Jangan Sampai Hambat Anak Jadi Sukses, Orang Tua Haram Lakukan Ini

    25 Januari 2025

    Jangan Keliru! Nama Mobil Kijang Itu Singkatan, Ini Kepanjangannya

    25 Januari 2025

    6 Tempat Wisata Legend Ini Dulu Ramai, Kini Sepi Bak Kuburan

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.