Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Inspiring You»Banyak Janda & Duda Korea Selatan Menyesal Bercerai, Kenapa?
    Inspiring You

    Banyak Janda & Duda Korea Selatan Menyesal Bercerai, Kenapa?

    Fitriana HermanBy Fitriana Herman30 Agustus 2023Updated:30 Agustus 2023Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    Jakarta, Dexpert.co.id – Para janda dan duda di Korea Selatan mengaku menyesal karena tidak berperilaku baik terhadap mantan pasangan mereka selama pernikahan dan sebelum bercerai.

    Melansir dari The Korea Herald, agen perjodohan Korea Selatan, Only U dan Bien-Aller, melakukan survei terkait perasaan responden setelah bercerai. Menurut laporan, survei ini melibatkan 516 orang yang telah bercerai, yakni 258 laki-laki dan 258 perempuan.

    Hasilnya, 29,1 persen laki-laki mengatakan bahwa seharusnya mereka lebih ‘murah hati’ selama kehidupan pernikahan. Sementara itu, 32,2 persen responden perempuan menyesal karena tidak bersikap lebih ‘lembut atau manis’ terhadap pasangan mereka.


    ADVERTISEMENT


    SCROLL TO RESUME CONTENT

    Terkait hubungan masa lalu, sebanyak 25,2 persen duda merasa bahwa seharusnya mereka lebih jujur dengan pasangan mereka, diikuti oleh 21,3 persen yang menganggap bahwa seharusnya mereka lebih hangat, dan 16,3 persen berharap mereka lebih baik hati terhadap pasangan.

    Sementara itu, para janda pun juga merasa demikian. Sebanyak 25,2 persen responden perempuan mengaku bahwa mereka sebenarnya bisa lebih hangat terhadap pasangan.

    Lalu, sebanyak 21 persen perempuan menyesal karena tidak menunjukkan sikap yang lebih positif kepada pasangan. Sebanyak 14,3 persen perempuan juga menyesal karena tidak lebih ‘murah hati’ kepada mantan pasangannya.

    Adapun, sebesar 30,6 persen laki-laki mengaku bahwa alasan mereka bercerai adalah karena telah meremehkan pasangan. Sedangkan, sekitar 24 persen lainnya bercerai karena kurang perhatian dari diri sendiri. Terakhir, 20 persen responden menyebutkan bahwa sikap mereka yang terlalu dominan menjadi faktor bercerai.

    Sebaliknya, 31 persen perempuan mengaku bahwa sikap tidak perhatian atau cuek adalah penyebab utama kegagalan pernikahan mereka.

    Menariknya, sebanyak 26,4 persen responden perempuan mengaku bahwa faktor runtuhnya pernikahan mereka adalah terlalu percaya dengan pasangan. Terakhir, 18,6 persen responden percaya bahwa sikap dan sifat yang tidak tulus berperan dalam perceraian mereka.

    Terkait peran di keluarga, sebanyak 33,3 persen responden laki-laki mengaku bahwa mereka tidak puas dengan mantan istri mereka. Sebab, mantan pasangan dianggap tidak menjalankan peran seorang istri dengan baik.

    Sementara itu, sebanyak 32,6 persen perempuan juga mengaku tidak puas dengan peran mantan pasangan mereka sebagai suami dan kepala keluarga.


    Artikel Selanjutnya


    Studi Ungkap Rata-rata Usia Pernikahan sebelum Perceraian

    (hsy/hsy)


    Berani sukses Ide Sukses
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Fitriana Herman

    Related Posts

    Jangan Sampai Hambat Anak Jadi Sukses, Orang Tua Haram Lakukan Ini

    25 Januari 2025

    Jangan Keliru! Nama Mobil Kijang Itu Singkatan, Ini Kepanjangannya

    25 Januari 2025

    6 Tempat Wisata Legend Ini Dulu Ramai, Kini Sepi Bak Kuburan

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.