Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Inspiring You»Bahas Kesetaraan Gender, Sri Mulyani: Pria-Wanita Bak Sepasang Sepatu
    Inspiring You

    Bahas Kesetaraan Gender, Sri Mulyani: Pria-Wanita Bak Sepasang Sepatu

    Fitriana HermanBy Fitriana Herman25 Juni 2024Updated:25 Juni 2024Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email


    Jakarta, Dexpert.co.id – Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menekankan pentingnya persepsi kesetaraan gender di Indonesia. Bukan karena perempuan ingin melampaui laki-laki dalam berbagai hal, ia mengatakan, kesetaraan gender ini ialah kesetaraan hak dan penghargaan.

    Ia pun mengungkapkan, dalam sebuah negara bangsa yang hampir setara jumlah penduduknya seperti di Indonesia 270 juta orang, maka kesetaraan hak itu seharusnya dijunjung tinggi. Sebagaimana diketahui, dari total jumlah penduduk itu, BPS mencatat 136,66 juta merupakan laki-laku dan 133,54 perempuan.


    ADVERTISEMENT


    SCROLL TO RESUME CONTENT

    Sri Mulyani pun mencontohkannya pentingnya kesetaraan hak atau keadilan antara masyarakat laki-laki dan perempuan itu seperti sepasang sepatu, yang bila berbeda satu dengan lain tentu tak nyaman dipakai.

    “Bukan karena kita ingin melebihi tapi dalam sebuah masyarakat yang laki-laki perempuan setara saya sering katakan yang mungkin sebagian sudah pernah denger itu,” kata Sri Mulyani dalam acara Talkshow Edukasi Keuangan Bundaku (Ibu, Anak, dan Keluarga Cakap Keuangan) Otoritas Jasa Keuangan di Gedung Dhanapala, Jakarta, Selasa (25/6/2024).

    “Kira-kira kalau ibu-ibu yang pakai high heels coba high heels yang satu 7,5 centimeter, yang satu flatshoes, coba suruh jalan, gak enak banget,” tegasnya.

    Untuk merespons masalah itu, dan mendorong pentingnya penghargaan terhadap kaum perempuan, Sri Mulyani sebetulnya sejak 2010 juga telah membuat skema anggaran responsif gender atau ARG di kementerian atau lembaga (K/L) termasuk dalam penganggaran belanja.

    Secara tren, jumlah rincian tagging ARG K/L porsinya terus meningkat. Misalnya pada 2018 jumlah K/L tagging ARG hanya sebesar 26,43% dari total belanja seluruh K/L sejumlah 87, lalu pada 2023 melonjak menjadi 41,46%.

    “Setiap anggaran juga diidentifikasi mana yang memberi manfaat terutama kepada perempuan. Ini yang disebut anggaran yang responsif gender. Kenapa harus dilakukan? Karena perempuan itu dalam suasana yang normal saja biasanya mereka terdiskriminasi,” ungkap Sri Mulyani.



    Artikel Selanjutnya


    Sri Mulyani Mesra Sama Suami, Rayakan Valentine di Pohon Jodoh

    (haa/haa)


    Gaya Hidup Terkini True Success
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Fitriana Herman

    Related Posts

    Jangan Sampai Hambat Anak Jadi Sukses, Orang Tua Haram Lakukan Ini

    25 Januari 2025

    Jangan Keliru! Nama Mobil Kijang Itu Singkatan, Ini Kepanjangannya

    25 Januari 2025

    6 Tempat Wisata Legend Ini Dulu Ramai, Kini Sepi Bak Kuburan

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.