Penulis: Ardhian Valqa

Jakarta, Dexpert.co.id – Hepatitis akut telah menyebar beberapa negara termasuk di Indonesia. Di dalam negeri, ada sejumlah gejala yang ditemukan pada pasien diidentifikasi. Beberapa gejala yang ditemukan seperti demam, mual, dan muntah. Ada juga diare akut, warna kuning pada mata, dan warna urine yang berubah seperti teh. Dari gejala yang ditemukan paling banyak ditemukan adalah demam dengan 72,2%. Berikutnya adalah mual dan muntah. “Gejala-gejala pasien 18 ini pertama demam 72,2 persen. Mual, muntah, hilang nafsu makan, diare akut,” kata Direktur Utama RS Sulianti Saroso, Muhammad Syahril, Jumat (13/5/2022). Berikut frekuensi gejala yang dilaporkan Syahril: 1. Demam 72,2%2. Mual 55,6%3. Muntah…

Read More

Jakarta, Dexpert.co.id – Tren bekerja dari mana saja atau Work From Anywhere (WFA) masih berlangsung meski pandemi Covid-19 sudah makin terkendalikan. Perangkat menjadi penunjang penting dalam melaksanakan WFA, karena karyawan tidak bisa mengandalkan fasilitas yang cuma bisa digunakan di kantor. Beberapa startup menawarkan fasilitas seperti laptop hingga insentif pulsa kepada para karyawan. Seperti yang dilakukan oleh Zenius. Seluruh karyawan startup pendidikan tersebut dibekali peralatan bekerja yang dapat mendukung produktivitas mereka, seperti laptop dan supporting tools lainnya. “Perangkat yang diberikan tergantung dari kebutuhan setiap karyawan,” kata Sabda PS, Founder and Chief Education Officer Zenius, kepada CNBC Indonesia, Jumat (13/5/2022). Sementara itu, startup e-commerce Blibli,…

Read More

Jakarta, Dexpert.co.id – Sejumlah negara di dunia telah melaporkan menemukan kasus hepatitis akut. Termasuk di Indonesia, di mana hingga saat ini sudah 18 kasus. Dari jumlah tersebut terbanyak berada di DKI Jakarta dengan 12 kasus. Sementara itu penyakit tersebut juga ditemukan di Bangka Belitung, Jawa Barat, Jawa Timur, Kalimantan Timur, Sumatera Barat, dan Sumatera Utara dengan masing-masing satu kasus. “Sampai ini 18 kasus yang hepatitis akut yang belum diketahui penyebabnya. Ini satu probable satu orang, kemudian pending case 9, disisihkan itu 7 orang. Sebanyak 1 orang,” jelas Direktur Utama RS Sulianti Saroso, Muhammad Syahril, Jumat (13/5/2022). Dia juga melaporkan dari…

Read More