Penulis: Ardhian Valqa

Jakarta, Dexpert.co.id – Sistem kerja Work From Anywhere (WFA) atau kerja dari mana saja sudah banyak diterapkan di perusahaan rintisan atau startup. Sekarang cara ini mau dicobakan pemerintah untuk Pegawai Negeri Sipil (PNS). Jika tidak bertemu secara tatap muka, lalu bagaimana pihak perusahaan untuk memastikan kinerja dan produktivitas karyawan? Infrastruktur teknologi tentu berperan penting dalam hal ini. CEO Mekari Suwandi Soh, menyebut, teknologi yang digunakan bisa disesuaikan dengan tipe pekerjaan. Jika pekerjaan sangat mementingkan waktu, fitur lokasi di aplikasi mobile Talenta bisa membantu. “Sedangkan untuk mengelola kehadiran, bisa menggunakan mobile-based clock-in dengan GPS,” ujarnya kepada CNBC Indonesia, Jumat (13/5/2022). Selain…

Read More

Jakarta, Dexpert.co.id – Harga aset kripto Terra (LUNA) yang anjlok beberapa waktu belakangan segera direspons marketplace bitcoin cs. Salah satunya adalah Indodax yang memutuskan akan melakukan delisting terhadap market LUNA pada malam ini.Keputusan itu disampaikan Indodax seperti dikutip laman resminya, Jumat (13/5/2022).”Sesuai dengan pernyataan resmi kami sebelumnya terkait dengan aset kripto Terra (LUNA), apabila harga LUNA mencapai Rp10 maka transaksi perdagangan LUNA akan langsung dihentikan. Untuk itu, dengan berat hati kami umumkan Indodax akan melakukan delisting terhadap market LUNA pada hari Jumat, 13 Mei 2022 pada pukul 20.00 WIB,” tulis Indodax.Indodax lantas memberikan tiga pesan kepada member Indodax yang memiliki…

Read More

Jakarta, Dexpert.co.id – Elon Musk menangguhkan proses privatisasi Twitter sampai dia menerima lebih banyak informasi terkait berapa banyak akun palsu yang ada di platform media sosial tersebut. “Kesepakatan Twitter untuk sementara ditangguhkan, dengan detail tertunda sampai ada perhitungan bahwa akun spam/palsu memang mewakili kurang dari 5% pengguna,” cuit Musk melalui akun @elonmusk, Jumat (13/5/2022). Saham Twitter anjlok 18% setelah pengumuman tersebut. Bulan lalu, CEO Tesla ini mengumumkan membeli Twitter seharga US$44 miliar atau sekitar Rp 643 triliun. Setelah membelinya, salah satu prioritas utamanya adalah menghapus “bot spam” dari platform tersebut. Bahkan sebelum pengumuman penangguhan itu, nilai pasar Twitter telah turun…

Read More