Penulis: Ardhian Valqa

Jakarta, Dexpert.co.id – Belakangan kasus Covid-19 di Indonesia kembali meningkat. Rupanya tidak hanya disebabkan varian baru, tapi juga karena faktor lain. Dokter spesialis dalam dari RSPI Sulianti Saroso, Muhamad Fauzan, mengungkapkan bahwa biang kerok di balik lonjakan tersebut kemungkinan disebabkan oleh kendornya protokol kesehatan di kalangan masyarakat. “Dari prokes sendiri memang sudah 2,5 tahun ya menghadapi Covid-19 ini, mungkin masyarakat juga sudah mulai lengah untuk menghadapi COVID ini. Jadi, mulai ada terjadi penurunan kedisiplinan dalam menjaga protokol kesehatan,” tuturnya dalam agenda Radio Kesehatan Kementerian Kesehatan (Kemenkes RI), dikutip dari Detikcom, Kamis (14/7/2022). ADVERTISEMENT SCROLL TO RESUME CONTENT Di…

Read More

Jakarta, Dexpert.co.id – Badai pemutusan hubungan kerja (PHK) yang menghantui startup teknologi, kini menular ke perusahaan teknologi raksasa (big tech). Nama-nama besar seperti Microsoft, Tesla dan Twitter, baru-baru ini juga dilaporkan merumahkan ratusan karyawan mereka dengan berbagai alasan. Berikut perincinya: 1. Microsoft ADVERTISEMENT SCROLL TO RESUME CONTENT Microsoft mengumumkan kebijakan PHK atas sekitar 1.800 pegawainya. Tech Crunch yang mengutip Bloomberg, menyatakan bahwa Microsoft mengumumkan “penyesuaian peran dan grup bisnis” setelah akhir tahun fiskal per 30 Juni 2022. Kebijakan PHK ini dilaporkan memengaruhi 1% dari total pegawai Microsoft, yang saat ini mencapai 180.000 orang, dan tidak spesifik diterapkan di…

Read More

Jakarta, Dexpert.co.id – Selama hampir sebulan, Bitcoin (BTC) telah diperdagangkan dalam kisaran antara US$ 17.000 dan US$ 23.000. Kondisi ini membuat para analis kripto bertanya-tanya apakah aksi jual besar terburuk tahun ini mungkin akan berakhir. Analis pasar senior di Oanda, Edward Moya menjelaskan meskipun banyak sentimen negatif untuk kripto, tetapi Bitcoin masih menjanjikan. ADVERTISEMENT SCROLL TO RESUME CONTENT “Terlepas dari semua pesimisme dan berita utama negatif untuk Bitcoin, fakta bahwa Bitcoin berjuang di level US$ 20.000 adalah tanda yang menjanjikan,” ujar Moya, dikutip dari CoinDesk, Kamis (14/7/2022). Sementara itu, pendiri perusahaan analisis kripto dan valuta asing Quantum Economics,…

Read More