Penulis: Ardhian Valqa

Jakarta, Dexpert.co.id – Indonesia disebut-sebut memiliki potensi ekonomi digital terbesar di ASEAN. Menurut Laporan eConomy SEA 2021 yang dirilis oleh Google, Temasek, dan Bain & Company, nilai ekonomi digital Indonesia diperkirakan mencapai US$70 miliar pada 2021 dan diperkirakan menyentuh US$146 miliar pada 2025. Sekretaris Jenderal Asosiasi Fintech Pendanaan Bersama Indonesia (AFPI) Sunu Widyatmoko melihat optimisme tersebut perlu didukung dengan regulasi, terutama RUU Perlindungan Data Pribadi. “Harapan kita semua sebetulnya adalah pada Rancangan UU perlindungan data pribadi. Karena kita semua tahu ada kekhawatiran kalau data pribadi tersebut tersebar,” kata Sunu dalam Fintech Week CNBC Indonesia, Jumat (22/7/2022). ADVERTISEMENT SCROLL…

Read More

Jakarta, Dexpert.co.id – Tencent dilaporkan berencana menutup platfom non-fungible token (NFT), Huanhe. Platform yang berumur satu tahun itu dilaporkan akan segera ditutup pada minggu ini. Laporan tersebut berasal dari outlet media China, Jiemian yang mengutip sumber dari Tencent. Alasannya karena ada larangan ketat Beijing pada pasar sekunder untuk koleksi digital yang sebagian besar telah membunuh potensi bisnisnya. Namun SCMP menuliskan raksasa media sosial itu tidak segera menanggapi permintaan untuk berkomentar, dikutip Jumat (22/7/2022). ADVERTISEMENT SCROLL TO RESUME CONTENT SCMP juga melaporkan, seluruh NFT di aplikasi Huanhe menunjukkan ‘terjual habis’. Namun pengguna masih bisa mengunjungi pameran seni augmented reality.…

Read More

Jakarta, Dexpert.co.id – Keberadaan Pinjaman Online (Pinjol) ilegal cukup meresahkan di tengah masyarakatm dan bisa mempengaruhi eksistensi dari Pinjol legal. Satgas Waspada Investasi (SWI) mencatat, sudah ada lebih dari 4 ribu pinjol ilegal yang sudah ditutup. Pun begitu, pinjol ilegal nampak terus lahir dan sulit dihilangkan. Hal tersebut diungkapkan oleh Direktur Utama Rupiah Cepat, Yolanda. Selain faktor tersebut, menurutnya rendahnya literasi masyarakat terkait keuangan juga masih sangat rendah. “Jadi banyak masyarakat yang terjebak karena adanya kemudahan dan juga limit yang tinggi, dan adanya kebutuhan mendesak akhirnya mereka melakukan pinjaman di pinjaman online ilegal tanpa tahu apa bahayanya dari ilegal,” ujar…

Read More