Jakarta, Dexpert.co.id – Rencana untuk menyingkirkan China dari Amerika Serikat (AS) butuh biaya yang tak sedikit. Komisi Komunikasi Federal (FCC) menyebutkan membutuhkan US$4,98 miliar (Rp 78,9 triliun). Uang tersebut digunakan untuk menyingkirkan perangkat telekomunikasi BTS merek Huawei dan ZTE yang disebut mengancam keamanan Amerika Serikat. Meski begitu, Kongres hanya menyetujui US$1,9 miliar (Rp 30,1 triliun) untuk program yang disebut sebagai Rip and Replace. Namun ketua FCC Jessica Rosenworcel meminta kongres AS untuk menyediakan dana tambahan, dikutip dari Reuters, Senin (9/12/2024). Dia menuturkan masih butuh dana setidaknya US$3,08 miliar (Rp 48,8 triliun). Tujuannya untuk program menggantikan peralatan pada jaringan di 126 operator. Peralatan itu,…
Penulis: Ardhian Valqa
Jakarta, Dexpert.co.id – PT Lintas Teknologi Indonesia memastikan kesiapan industri informasi dan teknologi telekomunikasi mendorong perluasan akselerasi transformasi digital di Indonesia. Presiden Direktur PT Lintas Teknologi Indonesia, Muhamad Paisol menyebutkan pengembangan layanan teknologi digitalisasi harus terus didorong dengan memastikan keamanan digital menghadapi masifnya serangan siber. Saat ini jaringan telekomunikasi provider menjadi salah satu target serangan siber, oleh karena itu mengembangkan layanan keamanan lewat security operator center yang membantu operator telekomunikasi menahan serangan siber. Seperti apa prospek dan tantangan RI mengembangkan teknologi telekomunikasi mendukung ekonomi digital RI?Selengkapnya simak dialog Safrina Nasution dengan Presiden Direktur PT Lintas Teknologi Indonesia, Muhamad Paisol dalam…
Jakarta, Dexpert.co.id – Survei mengungkap bahwa 1 dari 5 GenZ berkencan dengan seseorang yang mereka temui saat berolahraga. Ini berdasarkan laporan dari aplikasi Strava yang bertajuk Year in Sport: Trend Report, yang mengidentifikasi tren yang membentuk lanskap aktif global sepanjang 2024. Strava menggabungkan miliaran data aktivitas unik dari komunitas globalnya yang terdiri dari lebih dari 135 juta orang di lebih dari 190 negara. Aplikasi tersebut juga melakukan survei global secara acak terhadap lebih dari 5.000 orang yang aktif di dalam dan di luar platform Strava. Temuan ini mengungkapkan bagaimana orang-orang di seluruh dunia memprioritaskan daya hidup yang seimbang dalam rutinitas…