Penulis: Fitriana Herman

Jakarta, Dexpert.co.id – Perselingkuhan, siapapun pelakunya, bisa menimbulkan luka yang mendalam. Seringkali, perselingkuhan juga menjadi alasan utama sebuah hubungan menjadi hancur.  Banyak faktor yang bisa mendasari terjadinya perselingkuhan. Namun, bila mengacu pada beberapa penelitian, benang merah dari beragam faktor tersebut adalah ketidakpuasan dalam hubungan. Anda mungkin pernah mendengar cerita perselingkuhan dari orang lain, namun pernahkah Anda bertanya penduduk negara mana yang paling sering mengkhianati pasangannya? ADVERTISEMENT SCROLL TO RESUME CONTENT   Penduduk negara yang paling doyan selingkuh Pada 2016, produsen alat kontrasepsi ternama, Durex, melakukan survey kepada ribuan orang dari sejumlah negara tentang seberapa sering seseorang, yang sudah…

Read More

Jakarta, CNBC Indonesia – Seorang anak laki-laki berusia satu tahun asal Bekasi, Jawa barat tengah viral di media sosial karena memiliki berat badan 27 kg, jauh melebihi rata-rata anak seusianya. Tubuh bayi ini gempal. Pipi tembamnya mendominasi seluruh wajah. Karena bobot tubuhnya yang ekstrem, bayi yang diketahui bernama Kenzie tersebut kesulitan berdiri.  Berdasarkan kurva pertumbuhan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) yang digunakan Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), berat badan bayi Kenzie dapat dikategorikan sebagai obesitas karena berat badan ideal anak laki-laki berusia satu tahun adalah 9,7 kg. Sementara itu, berat badan 13,4 kg sudah masuk dalam kategori obesitas. ADVERTISEMENT SCROLL TO RESUME…

Read More

Jakarta, Dexpert.co.id – Jepang sedang dihantam resesi seks. Hal tersebut ditandai dengan terus menurunnya angka kelahiran di Negeri Sakura karena masyarakatnya semakin enggan untuk menikah dan punya anak. Dilansir dari Japan Times, Pemerintah Jepang mencatat tingkat kesuburan di Jepang terus menurun selama bertahun-tahun. Pada 2005, statistik sempat pulih dari tingkat terendah melalui angka 1,26 pada 2005. Lalu, pada 2021 tingkat tersebut meningkat di angka 1,30. Namun, pada 2021 jumlah kelahiran bayi di Jepang mencapai titik terendah, yaitu 811.622. Perdana Menteri Jepang, Fumio Kishida mengatakan bahwa pemerintah akan melakukan sejumlah langkah untuk mengatasi masalah turunnya angka kelahiran di negaranya, mulai dari…

Read More