Penulis: Fitriana Herman

Jakarta, Dexpert.co.id – Setiap hewan memiliki karateristiknya masing-masing. Kendati demikian, sepanjang sejarah ada banyak hewan yang dikaitkan dengan kematian dan nasib buruk. Lantas hewan apa sajakah itu? Berikut adalah hewan yang dianggap oleh manusia sebagai simbol kematian di berbagai budaya, mengutip dari Live Science. 1. Burung enggang Burung enggang dinilai sebagai hewan pembawa kematian dan kehancuran di sembilan negara di Afrika bagian selatan dan timur. Hal ini diketahui dari survei tahun 2014 terhadap 98 orang yang dijelaskan dalam Journal of Ethnobiology and Ethnomedicine. ADVERTISEMENT SCROLL TO RESUME CONTENT Secara umum, masyarakat menganggap burung enggang selatan merupakan pertanda buruk.…

Read More

Jakarta, Dexpert.co.id – Perbedaan pilihan pada calon presiden dan calon wakil presiden pada Pemilu 2024 banyak terjadi. Hal ini juga yang dialami penyanyi Krisdayanti dengan anak sulungnya, Aurel Hermansyah. Seperti diketahui KD, sapaan akrab Krisdayanti, merupakan politikus sekaligus anggota DPR RI dari Fraksi PDI-Perjuangan. Secara otomatis dia mendukung pasangan capres-cawapres nomor 03 yakni Ganjar-Mahfud MD, yang diusung partainya.  ADVERTISEMENT SCROLL TO RESUME CONTENT Berbeda dengan KD, Aurel yang secara terang-terangan mendukung pasangan capres-cawapres nomor urut 02 Prabowo-Gibran. Foto: Pertemuan Krisdayanti dengan Aurel Hermansyah dalam Debat Capres kelima dengan pilihan yang berbeda. (Instagram @aurelie.hermansyah) …

Read More

Jakarta, Dexpert.co.id – Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) memprediksi bahwa penderita kanker di seluruh dunia akan melonjak hingga 77 persen atau mencapai angka 35 juta penderita pada 2050. WHO mencatat, penderita yang didiagnosis kanker di seluruh dunia mencapai 20 juta kasus pada 2022 lalu. Angka tersebut berasal dari 185 negara dan 36 jenis penyakit kanker. Pada negara-negara dengan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) tinggi diperkirakan akan mengalami peningkatan terbesar dalam hal kasus, dengan perkiraan tambahan 4,8 juta kasus baru pada tahun 2050 dibandingkan perkiraan pada tahun 2022. Namun peningkatan kasus kanker paling mencolok terjadi di negara-negara dengan IPM rendah (peningkatan sebesar 142%)…

Read More