Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Inspiring You»Apa Itu Bakteri Shigella yang Serang Tentara Israel di Gaza?
    Inspiring You

    Apa Itu Bakteri Shigella yang Serang Tentara Israel di Gaza?

    Fitriana HermanBy Fitriana Herman12 Desember 2023Updated:12 Desember 2023Tidak ada komentar3 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    Jakarta, Dexpert.co.id – Sejumlah anggota Pasukan Pertahanan Israel atau Israel Defense Forces (IDF) yang ikut serta dalam serangan darat di Gaza mengalami penyakit pencernaan serius.

    Laporan BBC menyebut bahwa para dokter di IDF melaporkan bahwa sekelompok tentara yang ditugaskan di Gaza mengalami penyakit usus serius. Direktur Unit Penyakit Menular di Rumah Sakit Assuta Ashdod University, dr. Tal Brosh, mengatakan bahwa penyakit tersebut disebabkan oleh bakteri shigella.

    Lantas, apa itu bakteri shigella?


    ADVERTISEMENT


    SCROLL TO RESUME CONTENT

    Shigella adalah jenis bakteri yang mengeluarkan racun dan menyerang saluran pencernaan. Bila masuk ke dalam tubuh, shigella mampu menimbulkan disentri alias peradangan atau infeksi pada usus yang disebut “shigellosis”.

    Menurut Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC), shigella dapat menyebar melalui kontak langsung atau tidak langsung dengan kotoran (feses) dari pasien yang terinfeksi. Selain itu, ada beberapa cara penyebaran shigella, yakni.

    • Mengonsumsi makanan yang disiapkan oleh penderita shigella
    • Mengonsumsi air yang terkontaminasi dengan kotoran
    • Menggunakan peralatan toilet atau barang lain yang terkontaminasi shigella
    • Mengganti popok anak penderita shigella
    • Berkontak dengan feses orang yang terinfeksi saat berhubungan seks




    Foto: Tentara Israel beroperasi di distrik Shajaiya kota Gaza di tengah konflik yang sedang berlangsung antara Israel dan kelompok Islam Palestina Hamas, di Jalur Gaza 8 Desember 2023. (REUTERS/YOSSI ZELIGER)

    “Shigella sering ditemukan di kalangan tunawisma, turis internasional, laki-laki yang berhubungan seks dengan laki-laki, dan seseorang dengan kekebalan tubuh yang rendah,” sebut CDC, dikutip Selasa (12/12/2023).

    Ada beberapa gejala yang muncul akibat bakteri shigella, yakni demam, diare yang berkepanjangan hingga berdarah, kram atau nyeri perut yang parah, dan dehidrasi. Jika tidak segera ditangani, shigella dapat menyebabkan penyakit kronis hingga kematian.

    “Risiko kematian akibat shigella sangat tinggi jika bakteri memasuki aliran darah. Anak-anak, penderita HIV, diabetes, kanker, dan penderita gizi buruk sangat rentan terinfeksi bakteri ini,” tulis laporan BBC.

    Menurut catatan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) pada 2022, 99 persen orang yang terinfeksi shigella berasal dari negara berpenghasilan rendah atau menengah.

    Sementara itu, para ilmuwan dari International Vaccine Institute di Korea Selatan menunjukkan bahwa shigellosis terjadi 100 kali lebih umum di negara-negara Asia, seperti Bangladesh, China, Pakistan, Indonesia, Vietnam, dan Thailand.

    Penyebab Tentara Israel Terjangkit Shigellosis




    Tentara Israel beroperasi di samping tank di distrik Shajaiya kota Gaza di tengah konflik yang sedang berlangsung antara Israel dan kelompok Islam Palestina Hamas, di Jalur Gaza 8 Desember 2023. (REUTERS/Yossi Zeliger)Foto: Tentara Israel beroperasi di samping tank di distrik Shajaiya kota Gaza (REUTERS/YOSSI ZELIGER)

    dr. Brosh mengatakan bahwa salah satu penyebab utama wabah shigellosis adalah makanan yang dimasak oleh warga sipil Israel untuk para pasukan IDF di Gaza. Menurut dr. Brosh, makanan tersebut kemungkinan besar telah terkontaminasi dengan shigella dan bakteri berbahaya lainnya.

    Lebih lanjut, ia menyebutkan bahwa makanan-makanan tersebut tidak didinginkan selama perjalanan dan/atau tidak dipanaskan sebelum dikonsumsi. Akibatnya, para anggota IDF mengalami diare.

    “Saat tentara mengalami diare, kondisi sanitasi buruk yang biasa terjadi di medan perang menyebabkan penularan dari orang ke orang,” kata dr. Brosh.



    Artikel Selanjutnya


    Founder Brand Makeup Lokal Diduga Pro Israel, Netizen Ngamuk

    (hsy/hsy)


    Mind your business Smart your life
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Fitriana Herman

    Related Posts

    Jangan Sampai Hambat Anak Jadi Sukses, Orang Tua Haram Lakukan Ini

    25 Januari 2025

    Jangan Keliru! Nama Mobil Kijang Itu Singkatan, Ini Kepanjangannya

    25 Januari 2025

    6 Tempat Wisata Legend Ini Dulu Ramai, Kini Sepi Bak Kuburan

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.